<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657</id><updated>2011-07-31T04:33:05.859-07:00</updated><category term='kronik sejarah'/><category term='Dari masa lalu'/><category term='Balangantrang'/><category term='Inohong sunda'/><category term='artikel'/><title type='text'>GUNUNG-SEPUH</title><subtitle type='html'>..[ aKi Balangantrang - Rakean &amp;amp; Corp ]..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-8112418633952891944</id><published>2011-05-11T01:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T21:08:17.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari masa lalu'/><title type='text'>Balik Ka Hiyang</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Agama urang Sunda buhun sampai sesat ini masih hangat dan menarik untuk diperbincangkan, adakalanya disebut agama Buda, atau agama Hindu, bahkan ada pula yang menyebut islam Wiwitan. Sedangkan para filolog, seperti Ekadjati (2005), Atja dan Saleh Danasismita (1987) menyebutnya ajaran Jati Sunda atau Sunda Wiwitan. Isitilah agama Jati Sunda ditemukan di dalam naskah Carita Parahiyangan. Naskah tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 1580 masehi, menurut CM. Pleyte 1500 AD. Istilah Jati atau Wiwitan memiliki makna yang sama, yakni mula; pertama; asli, dengan demikian pengertian agama Jati Sunda atau Sunda Wiwitan bermakna agama (urang Sunda) asli atau tulen. (Ekadjati: 2005, hal. 181).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sumber-sumber sejarah menunjukkan adanya keperca&amp;nbsp;yaan asli Sunda yang telah mapan dalam kehidupan masya&amp;nbsp;rakat Sunda&lt;/span&gt;, baik sesudah maupun sebelum masa&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pajajaran terbentuk. Naskah Carita Parahyangan mendeskripsikan adanya pendeta Sunda yang menganut agama asli Sunda (nu ngawakan Jati Sunda). Mereka mempunyai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tempat kegiatan, atau&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;semacam tempat suci yang bernama kabuyutan parahyangan, suatu hal yang tidak dikenal dalam agama&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lain, bahkan membedakan dengan Kabuyutan Lemah Dewasasana.&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Naskah Carita Parahyangan juga menceritakan mengenai kepercayaan umum raja-raja Sunda-Galuh adalah sewabakti ring batara upati dan berorientasi kepada kepercayaan asli Sunda.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selain naskah Carita Parahyangan, keberadaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keyakinan Jati&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Sunda pada masa lampau&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dikisahkan para prepantun Bogor, seperti&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aki Buyut Baju Rambeng&lt;/span&gt;. Menurut Ki Panjak (1970), Pantun Bogor (Pajajaran Tengah) berisi tentang Uga yang hanya dapat dibaca (dipahami) kisahnya jika dikalbunya tertanam rasa kasundan. Dalam kisah&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Curug Si Pada Weruh&lt;/span&gt;, diceritakan keberadaannya,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;bahwa :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saacan urang Hindi ngaraton di Kadu Hejo ogeh, karuhun urang mah geus baroga agama, anu disarebut agama Sunda tea.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebelum orang Hindi (Hindu-India) bertahta di Kadu Hejo pun&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;leluhur kita telah memiliki agama, yakni yang disebut agama Sunda&lt;/span&gt;)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;K&lt;/span&gt;isah dan istilah&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;urang Hindi&lt;/span&gt;&amp;nbsp;di Kaju Hejo yang dimak sudkan adalah para penguasa Salakanagara. Mungkin lebih tepatnya jika disebutkan untuk Dewawarman I, pengganti Aki Tirem&lt;span lang="EN-US"&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pada masa tersebut terjadi pergantian penguasa dan status wilayah, dari nama kota yang dipimpin seorang peng hulu (Aki Tirem) menjadi kerajaan Salakanagara yang dipim pin seorang raja bernama Dewawarman. Menurut&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Naskah Wangsakerta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(1677)&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;kerajaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Salianggap&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;kota&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan kerajaan&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tertua di Pulau Jawa,&amp;nbsp;bahkan di Nusantara&lt;/span&gt;. Pada masa ini pula pertanda kebudayaan di tatar ini bersentuhan dengan budaya dari India.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masyarakat dan para sejarawan banyak yang memper sepsi agama Sunda buhun dari agama yang dianut keratonnya, seperti Tarumanagara yang meninggalkan prasasti, atau menarik kesimpulan dari tradisi yang dilakukan orang Sunda dalam kesehariannya dianggap sama dengan saudara-sauda ranya yang beragama Hindu. Apalagi sejarah di tatar Pasundan, sejak Dewawarman 1, berkuasa di Salakanagara, pernah bersentuhan dengan India. Tapi jika ditelusuri dengan memi lah perkembangan agama yang dianut keraton dengan yang dianut rakyatnya, niscaya akan ditemukan perbedaannya. Pengecualiannya terjadi pada jaman Pajajaran dan Galuh. Pada masa ini telah nampak adanya persamaan, sebagaimana dida lam naskah Kawih Paningkes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Keterangan dari Fa-shien, pendeta Buda dari Cina yang menulis buku berjudul Fa-Kao-Chi, menjelaskan, selain banyaknya penganut Hindu juga masih banyak penduduk yang menganut agama leluluhurnya. Contoh yang kedua, pada masa&amp;nbsp;Rajaresi, Raja Tarumanagara kedua (382 M), pemerintah berupaya merubah keberagamaan masyarakat, dari agama nenek moyangnya menjadi agama yang dianut Rajaresi, namun masih banyak penduduk disekitar kerajaan yang tetap menganut agama nenek moyangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pendapat tentang perbedaan yang dianut keraton dengan agama rakyatnya ditulis di dalam buku Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat (1983-1984). Menurut para penyusun buku tersebut: agama orang Sunda adalah hasil bauran dari agama Hindu dan Buda yang diracik dalam konsep agama asli (Nusantara). Tentang pemeluk agama Hindu, baik pendapat Wangsakerta (1677) maupun Pleyte (1905) menjelaskan, bahwa hal itu hanya berlaku dalam lingkungan keraton dan para pejabatnya, sedangkan rakyat masih tetap setia kepada agama ajaran leluhur. Didalam naskah Wangsakerta disebut pitarapuja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa kerajaan Sunda dan Galuh sampai dengan Pajajaran Sirna Hing Bumi Pasunda, masyarakat Sunda dan keraton sudah mulai nampak kebersamaan dalam beragama, namun pengaruh dari agama Buda dan Hindu masih ada. Pengaruh demikian dicatat dalam Naskah Sanghyang Siksa Kan dang Karesyan, pedoman hidup pada masa itu (kundangan urang reya). Naskah tersebut mengakui adanya ajaran leluhur dan menyebutkan adanya Batara Seda Niskala, dianggap Yang Hak dan Yang Wujud. Penemuan Tuhan semacam keyakinan terhadap Hiyang bagi masyakat Sunda lama bukan penemuan baru, namun di lingkungan keraton keyakinan terha dap sesuatu yang maha tinggi pernah kasilih setelah masuk nya budaya India, sehingga tulisan ini diberi judul Balik Ka Hiyang (Kembali Ke Hiyang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hiyang atau Sanghiyang didalam Ensiklopedia Sunda, di tujukan untuk menyebutkan penghuni kahyangan, dalam cerita wayang menjadi penghuni para dewa. Menurut pendapat lain, Parahyangan tempat tinggalnya Hiyang sedangkan Nirwana tempat tinggal para Dewa. Padahal dua sakarupa. Yang Maha kuasa menurut kepercayaan Sunda lama adalah Sang hyang Keresa. (Maha Pencipta), disebut juga Batara Tunggal (Yang Esa), atau Batara Seda Niskala (Yang Gaib). Semua Dewa Hindu yang datang kemudian, tunduk kepadanya. Oleh karena itu didalam Dasa Prebakti, Sanghiyang di tempatkan lebih tinggi derajat dari Dewa-dewa. Istilah Sanghiyang adaka lanya digunakan pula untuk menyebut orang atau makhluk yang dihormati, seperti Sanghiyang Lutung Kasarung, Sanghiyang Sri, Sanghiyang Borosngora dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penduduk Pasundan Awal&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Didalam buku Sejarah Tuhan, Karen Armstrong mengu raikan tentang bagaimana tiga agama samawi selama 4.000 tahun menemukan Tuhan Yang Esa, diungkapkan melalui sejarah perkembangan pemikiran masyarakat penganutnya, sehingga sejarah itu sendiri dapat dicerna secara utuh. Memang judulnya terasa provokatif, karena Tuhan tidak berawal dan tidak berakhir, maka Tuhan tidak memiliki sejarah karena Tuhan yang menciptakan Sejarah dan Tuhan Causa Prima. Jika saja timbul adanya kesejarahan yang terkait dengan keyakinan, itupun hanya menyangkut sejarah manusia tersebut didalam menemukan Tuhannya sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sejarah pemikiran suatu komunitas tidak dapat dipisahkan dari sejarah penduduk dan lingkungannya. Demikian pula sejarah keyakinan Sunda buhun, dengan terlebih dahulu perlu melihat histori kebaradaan masyarakat Pasundan. Menurut naskah Pustaka Rajya-rajya I Bhumi Nusantara yang disusun oleh Panitia Wangsakerta, memaparkan, bahwa di Pulau Jawa pernah hidup enam jenis manusia purba, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Satwapurusa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia setengah hewan yang hidup ki ra-kira   1.000.000 hingga 600.000 tahun lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bhutapurusa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia hewan, berjalan seperti manu sia, kulit   merah hitam, hidup 750.000 - 300.000 tahun, musnah 250.000 tahun lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yaksapurusa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia raksasa berbadan tegap besar dan tinggi,   berwarna hitam, dari luar nu santara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusa Yaksa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berbentuk separuh manusia separuh raksasa bertubuh   lebih kecil dari yaksa-pu rusa, berkulit hitam berbulu, hidup di Jawa barat   dan jawa Tengah musnah di bi nasakan para pendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Warmama-purusa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia bertubuh kecil, hidup sekitar 50.000-20.000   tahun lalu, mengguna kan perkakas hidup terbuat dari batu dan bahan yang   lekas rusak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusa-purwwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Manusia purba bertubuh kecil, hidup di Jawa Tengah   dan Jawa Timur pada 40.000-200.000 tahun yang lalu, mus nah karena bencana   alam, peperangan dan dibinasakan oleh pendatang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 6; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 3.0cm;" valign="top" width="113"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 253.4pt;" valign="top" width="338"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Atja &amp;amp; Edi S. Ekadjati, 1987 : 22).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Khususnya disekitar danau Purba (Bandung), pada seki tar 6.000 tahun yang lalu telah ada masyarakat yang mene tap seperti manusia sekarang. Penelitian tersebut dilakukan oleh GHR von Koenigs wald, AC de Jong, dan W. Rothpletc pada tahun 1945 dan menemukan benda budaya prasejarah dalam jumlah banyak, berupa alat-alat neolitik, seperti alat mi krolit, batu obsidan, alat serut, alat serpih dan lainnya. Benda benda tersebut ditemukan di dua puluh tiga lokasi. Diperkirakan pada masa tersebut berada di tepian danau purba, seperti Dago Pakar, Ujungberung, Majalaya, Cililin, Soreang, bahkan menurut Arkeologi Nasional (1978), situs Dago Pakar berfungsi sebagai bengkel alat-alat neolitik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Teori lainnya menyatakan masa awal, yakni jaman Paleolitikum, masyarakat yang hidup di daerah ini tergantung kepada alam. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka memanfaatkan segala sesuatu yang tersedia dialam. Mereka hidup sebagai pengumpul makanan (good gatehring). Seperti berburu binatang, memetik daun, bunga, buah, serta men cungkil umbi-umbian. Memang fosil atau kerangka manusia yang berasal dari jaman neolitik belum ditemukan di Indonesia, akan tetapi mendasarkan pada perbandingan dengan manusia pendukung kebudayaan bercocok tanam di Muangthai, Vietnam, Malaysia, dapat diperkirakan manusia yang hidup di tatar Sunda adalah ras Mongoloid. Ras ini bersama ras Austra lomelanesid berada di Indonesia sejak awal masa Holosen, 10.000 tahun lalu, memiliki ciri fisik sesuai dengan penduduk Indonesia dewasa ini. (Ekadjati : 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Didalam perdebatan tentang keberadaan Atlantis yang dianggap Sundaland, Santos (1997) berpendapat, sekalipun d&lt;span lang="EN-US"&gt;itemukan kerangka manusia yang berumur jutaan tahun, seperti jenis Meganthropus paleojavanicus, Pithecantropus Erectus, dan berbagai macam&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;homo&lt;/span&gt;, &lt;span lang="EN-US"&gt;seperti&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Homo Soloensis dan Homo Wajakensis, kurang membangun teori asal usul peradaban. Sejarah selalu mencatat bahwa induk peradaban manu&amp;nbsp;sia modern itu berasal dari Mesopotamia, lembah Sungai Indus, China, Mesir, dan Yunani&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;karena wilayah ini menyimpan banyak artefak dan peninggalan tertulis.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;N&lt;span lang="EN-US"&gt;amun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;harus pula di perhitungkan keberadaan Atlantis&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;yang tenggelam dengan peradaban&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang jauh lebih&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tinggi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ber&lt;span lang="EN-US"&gt;ada di Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pendapat Santos tersebut berkaitan dengan pendapat dari&amp;nbsp; &lt;span lang="EN-US"&gt;Oppenheimer&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(1996)&lt;span lang="EN-US"&gt;, seorang mahaguru dari Universitas Oxford Inggris. Dalam buku Eden In The East menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan pusat peradaban dunia.&amp;nbsp;Artinya nenek moyang bangsa-bangsa di dunia atau induk peradaban modern sekarang berasal dari Indonesia dan menyebar kese&amp;nbsp;luruh penjuru Bumi. Dalam teorinya, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dulu menjadi satu kesatuan dengan sebutan&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sundaland&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Karena mengalami banjir berkali&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kali akibat melelehnya es di Kutub, wilayah ini terpisah oleh lautan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;D&lt;span lang="EN-US"&gt;alam sebuah pertemuan di LIPI, Oppenheimer mengatakan teorinya dibangun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan menempuh cara melakukan&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;kajian kedokteran (DNA)&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;geologi, linguistik, antropologi, arkeologi, dan folklore. Ilmu-ilmu ini, terutama geologi, mengemu&amp;nbsp;kakan alasan adanya Sundaland yang dulu bersatu. Yang pertama dikemukakan adalah naiknya permukaan air laut sebanyak tiga kali di wilayah ini antara 14.500&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sampai dengan&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;7.200 tahun (sebelum Masehi), yang menenggelamkan Paparan Sunda (Sundaland).&amp;nbsp;Teori ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;adaalah&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;teori umum yang sering dikemukakan para geolog. Agak sulit untuk melihat mengapa ada beberapa penentangan terhadap konsep yang sebenarnya sudah diterima oleh para geolog dan para sarjana lainnya sejak lama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hasil d&lt;span lang="EN-US"&gt;ari kajian genetika, Oppenheimer menjelaskan&lt;/span&gt;, bahwa&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;dari Paparan Sunda yang terpecah ini, menyebar kehidupan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan cara&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;menyeberang laut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penyebaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;manusia&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ada yang menuju&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;ke Samudera Pasifik dan Samudera Hindia hingga ke Euroasia. Dalam pandangan Oppenheimer, orang Sumeria peletak&lt;/span&gt;&amp;nbsp;d&lt;span lang="EN-US"&gt;asar pera&amp;nbsp;daban di Mesopotamia berasal dari Asia Tenggara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pendapat ini mendasarkan pada k&lt;span lang="EN-US"&gt;esamaan benda-benda Neolitik seki&amp;nbsp;tar 7.500 tahun lalu&lt;/span&gt;&amp;nbsp;yang&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;menjadi salah satu bukti. Ciri fisik orang Sumeria yang bermuka lebar dan wajah tipikal orientalis menjadi bukti lainnya.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Disamping itu, t&lt;span lang="EN-US"&gt;eori genetikanya me&amp;nbsp;nyebutkan 90 persen penduduk Paparan Sunda telah ada se&amp;nbsp;jak 5.000 hingga 50.000 tahun lalu, bahkan beberapa di anta&amp;nbsp;ranya sebelum zaman es mencair dan menenggelamkan wilayah ini. Derajat keberlanjutan genetik&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;tersebut &lt;span lang="EN-US"&gt;membantah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;pandangan ortodoks&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;bahwa para petani padi Taiwan ber&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bahasa Austronesia secara esensial menggantikan penduduk terdahulu dari Paparan Sunda 3.500 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Menurut terori sebelumnya, Sundaland belajar pertani&amp;nbsp;an, peternakan dan men&lt;/span&gt;angkap&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;ikan dari orang-orang Taiwan yang berbahasa Austronesia sekitar 3.500 tahun yang lalu. Padahal menurut Oppenheimer, sejak ribuan tahun sebelumnya mereka telah memiliki nilai-nilai neolitik.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;M&lt;span lang="EN-US"&gt;ereka&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sejak ribuan tahun lalu telah memiliki keahlian sebagai nelayan. Dari kaji&amp;nbsp;an linguistik yang mempelajari bahasa asli dari Sundaland, yaitu bahasa Austronesia, istilah pelayaran berasal dari Asia Tenggara, bukan dari Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bukti lainnya dari teori&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Endapan Rawa&lt;/span&gt;&amp;nbsp;yang dikemuka kan oleh&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Eko Yulianto, ahli geologi LIPI&lt;/span&gt;&amp;nbsp;yang menyebutkan, bahwa&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;apa yang dikemukakan Oppenheimer memiliki bukti yang kuat dari teori geologi. Pengeboran yang dilakukan di Laut Jawa pada kedalaman 9,7 meter menemukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;endapan rawa.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;U&lt;span lang="EN-US"&gt;mur endapan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diperkrirakan sudah mencapai &lt;span lang="EN-US"&gt;6.000 tahun yang lalu. Di laut sebelah selatan Pulau Jawa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dite&lt;span lang="EN-US"&gt;mukan fosil serbuk sari sisa dari tanaman jenis rumput-rumputan (graminae).&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;Diduga&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;serbuk sari ini berasal dari padi atau tum&amp;nbsp;buhan sejenis. Lebih lanjut&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dik&lt;span lang="EN-US"&gt;atakan teori Sundaland benar adanya&lt;/span&gt;. D&lt;span lang="EN-US"&gt;ari kedalaman laut di wilayah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ini&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;terlalu dangkal jika dibandingkan dengan kedalaman laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Aru, dan lainnya.&amp;nbsp;Kedalaman lautan di bekas wilayah Sundaland ini hanya berkisar 10-30 meter.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Didaratan, teori tentang manusia purba dengan perada&amp;nbsp;bannya yang tinggi bisa ditemukan di Gua Pawon di Bandung. Dari perkakas dan bahan bakunya sangat beragam, mulai&amp;nbsp;da&amp;nbsp;ri batuan obsidian yang hanya bisa ditemukan di Nagrek, Garut atau Sukabumi.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Jika ditelaah lebih seksama dari ketinggi an, wilayah Gua Pawon dan Nagrek dimungkin dahulunya se bagai daerah yang berada di tepian Danau Purba Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Penemuan Awal&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari data-data sejarah, arkeologi dan filologi, terutama dari sisa peninggalan megalitik dan naskah-naskah buhun, Para arkeolog dan sejarawan membahas tentang adanya keyakinan masyarakat Sunda Buhun terhadap kekuatan ‘nu gaib’. Persepsi dan kesimpulan demikian di mungkinkan mendasar kan pada sejarah pemikiran manusia ketika menemukan Tuhan, semacam histori materialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ekadjati (2005) menguraikan penemuan istilah nu Gaib, bermula dari rasa hormat Ki Sunda terhadap para pemimpin nya dan orang-orang yang dianggap memiliki kelebihan. Penghormatan demikian rupanya tidak mengenal batas waktu, bahkan setelah meninggalpun masih tetap dihormati, akhirnya menjadi tradisi. Kebiasaan menghormati leluhur demikian di dalam paradigma barat dikatagorikan sebagai penyembah roh nenek moyang atau animisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pendapat tentang katagorisasi animisme terhadap keyakinan leluhur Ki Sunda, menurut Engkus Ruswana di dalam Pikiran Rakyat Sabtu 14 Juni 2003, dijelaskan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 17.75pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;..... mengenai kepercayaan leluhur bangsa yang disebut meng anut animisme dan dinamisme. Dalam hal ini, kita perlu arif dan berpandangan luas, kenapa timbul kedua istilah yang seolah-olah meren dahkan derajat dan kepercayaan leluhur, yang pengertian secara harfiah adalah menyembah nenek moyang dan menyembah kebendaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kiranya patut direnungkan sedangkal itukah penghayatan leluhur kita terhadap arti dan hakikat ketuhanan, kemanusiaan, dan alam. Padahal, leluhur kita tinggal di bumi&amp;nbsp;yang subur makmur Loh Jinawi. Sumber pangan yang disediakan alam lebih dari cukup dan tinggal ambil apalagi penduduknya masih sedikit sehingga cukup banyak waktu untuk merenung, berpikir, berdialog, dan mengkaji tentang alam dan penciptanya serta berkreasi untuk mengembang kan budayanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terbukti dari hasil penelitian Nandang Rusnandar (peneliti dari Jarahnitra Jawa Barat) bahwa di tatar Sunda telah ditemukan 54 jenis huruf (Wanda Aksara)&amp;nbsp;dalam budaya tulisan dan penelitian Ali Sastramijaya yang menyimpulkan leluhur bangsa kita sudah sejak ribuan tahun telah mengenal budaya sistem penanggalan yang didasarkan atas perhitungan mata hari (kala Sunda), perhitungan bulan (kala Candra) dan perhi tungan bintang (Kala Sukra)&amp;nbsp;dengan presisi tinggi yang nota bene didasarkan atas penelitian/pengkajian alam secara seksama dan terus menerus selama puluhan tahun bahkan ratusan tahun melewati berbagai generasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Ekadjati (2005), keinginan untuk menghormati arwah leluhur dan kekuatan gaib lainnya diwujudkan dalam bentuk bangunan batu besar (megalitik). Sekalipun demikian, bukan berarti menyembah batu, namun hanya semacam mediator. Dalam penemuan terakhir dikomplek Kawali diketahui adanya batu kolenjer, namun menurut beberapa pendapat, batu tersebut adalah Yantra, suatu alat yang biasa digunakan untuk membantu mengkonsentrasikan diri dalam melakukan ritual terhadap Tuhan. Karena modal penting untuk menjalin hubungan dengan yang Gaib adalah kesungguhan hati, kehidmatan didalam keheningan alam sekitar. Di tempat-tempat itulah penghormatan dilakukan. Menurut Asmar (1970; 1975) dari upacara ritual diharapkan muncul tenaga-tenaga gaib yang dipancarkan oleh alam yang memberikan kekuatan serta kesejahteraan hidup; kesuburan tanah; serta keselamatan dalam mencari nilai-nilai hidup yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tradisi menghormati nenek moyang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Sunda selanjutnya. Sampai seka rang batu menhir yang ada di Kabuyutan Kanekes dipercaya sebagai awal mula kehidupan masyarakat Baduy (Ekadjati : 2005). Peninggalan megalitik masih terlihat dari banyak pe ninggalan megalitik di tatar Sunda, seperti Arca Domas, Cibe dug, Pasir Angin, Kampung Muara, Bukit Kasur, Gunung Pa dang dan tempat lainnya. Pada umumnya berada di tempat yang tinggi didaerahnya, bahkan peninggalan Megalitik terbesar di Asia Tenggara berada di Gunung Padang Cianjur. Bangunan megalitik disusun menurut sistim timur-barat yang melambangkan perjalanan hidup manusia. Timur adalah tempat mata hari terbit yang melambangkan kelahiran; barat tempat matahari terbenam melambangkan kematian. Perjalanan matahari dari timur kebarat melambangkan perjalanan hi dup manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari hal diatas para akhli menyimpulkan, bahwa sejak masa neolitikum masyarakat di tanah Sunda sudah mengenal Yang Gaib sebagai jiwa yang lepas dari raga manusia yang meninggal, namun tidak pergi jauh, berada di sekitar tempat tinggal sewaktu masih hidup, hanya sebagai roh yang gaib. Arwah leluhur diyakini dapat memancarkan kekuatan gaib yang berdampak baik maupun buruk, sangat tergantung kepada cara perlakuan manusia yang masih hidup terhadap arwahnya. Agar arwah memancarkan kebaikan dan dapat mencegah kekuatan gaib yang bersifat buruk maka dilakukan acara acara ritual penghormatan. Penghormatan demikian sangat tergantung kepada masing-masing kelompok atau individu, karena sampai sekarang tidak diketahui, cara-cara ritual yang dilakukan pada masa lalu, kecuali dari upacara-upacara yang dilakukan masyarakat Baduy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada periode selanjutnya di tanah Pasundan bersentuhan pula dengan budaya dari India, yang membawa agama Hindu dan Buda. Periode ini secara resmi dapat diketahui da lam pengaruhnya terhadap berdirinya kerajaan-kerajaan di Pasundan awal, seperti Salakanagara, Taruma nagara dan Kendan. Sekalipun demikian, masyarakat asli masih banyak yang tetap tuhu menganut keyakinan yang dianut leluhurnya. Keterangan demikian berdasarkan pada berita&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Fashien, seorang pendeta Bud&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;a dari Cina yang terdampar di Taruma&lt;/span&gt;nagara&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;pa&amp;nbsp;da tahun 413 M, selama lima bulan menetap di Ya-va-di (pu&amp;nbsp;lau Jawa)&lt;/span&gt;. Fashien&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;lebih banyak melihat Brahmana dari pada pendeta-pendeta Bud&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;a, bahkan menyebut masih banyaknya penduduk yang menganut agama nenek moyangnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kisah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;nya&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;ditulis dalam buku yang berjudul Fa-Kao-Chi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Berita selanjut nya dari naskah Wangsakerta (1677).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;P&lt;span lang="EN-US"&gt;ada masa pemerintahan&amp;nbsp;Rajaresi, Raja Tarumanagara kedua (382 M), berupaya merubah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;cara&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;keberagamaan masyarakat, dari agama nenek moyangnya menjadi agama yang dianut Rajaresi, namun tidak membuah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;hasil. Padahal Ra&amp;nbsp;jaresi mengajarkannya kepada para penghulu desa, dan mendatangkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;para&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;brahmana dari India&lt;/span&gt;, namun r&lt;span lang="EN-US"&gt;akyat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;masih &lt;span lang="EN-US"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;yang&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tetap setia kepada ajaran leluhur&lt;/span&gt;nya&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika saja ageman Sunda Wiwitan sebagaimana yang nampak dari anutan warga Baduy, dan dikaitkan dengan pera daban megalitik, prinsip warga Baduy percaya kepada satu yang kuasa, Batara Tunggal, pemilik karakteristik satu kekua saan dan kekuatan yang tak tampak, tetapi berada dimana-mana, dan sangat bijaksana dan suci. Istilah Batara dimung kinkan sebagai bentuk adaptasi dari bahasa keyakian sesu dahnya, tanpa merubah substansi atau maksudnya. Istilah Batara kemudian ditambahkan kepada Tunggal, sehingga menjadi Batara Tunggal (Judistira K. Garna : 2006).&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penggunaan bahasa&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;seperti untuk menyebutkan nama Batara Cikal digantikan dengan sebutan Adam Tunggal, atau menyisipkan kata Slam (maksudnya Islam) kedalam istilah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;islam wiwitan untuk sebutan agama&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sunda Wiwitan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Mungkin sebagai adaptifnya bahasa keyakinan urang Sunda baheula terhadap istilah-istilah yang digunakan di jamannya. Namun memiliki maksud dan substansi yang sama dengan paradigma yang dimaksud pada awalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pengaruh Budaya India&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kepercayaan agama Hindu dan Buda mengenal adanya istilah yang Gaib lainnya, yakni dewa yang bukan berasal dari rokh (arwah) nenek moyang. Dewa-dewa mempunyai cara hidup dan tempat tersendiri diluar kehidupan manusia, yakni di nirwana atau sorga. Dewa-dewa dalam agama Hindu jumlahnya banyak (politheis) dan memiliki fungsi dan tugas masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa Salakanagara dapat diduga bahwa agama resmi negara adalah agama Siwa, termasuk di dalamnya mad hab Ganapatya (pemuja Ganesa), mengingat Dewawarman I dianggap asli keturunan dari India, sedangkan pada masa Tarumanagara, seperti nampak dari prasasti peninggalan masa Purnawarman, menganut agama Wisnu, termasuk madzhab Saura (Pemuja Surya). Anutan terhadap madzhab masing-masing berhubungan dengan keyakinan, bahwa raja adalah titisan Wisnu yang menjaga dan melihara ketertiban Jagat raya. Di tatar Sunda yang disebutkan titisan Sanghyang Wisnu adalah Prabu Dharmasiksa, sebagaimana disebutkan dalam nakah Wangsakerta dan Carita Parahyangan. Menurut Carita Parahyangan, :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;..........&lt;span lang="EN-US"&gt;Diganti ku Sang Rakean Darmasiksa, titisan Sanghiang Wisnu, nya eta nu ngawangun&amp;nbsp;sanghiang binajapanti.&amp;nbsp;Nu ngajadikeun para kabuyutan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ti sang rama, ti sang resi, ti sang disri, ti sang tarahan&amp;nbsp;tina parahiangan.&amp;nbsp;"Tina naon berkahna?" Ti sang wiku nu mibanda Sunda pituin, mituhu Sanghiang&amp;nbsp;Darma, ngamal&amp;nbsp;keun Sanghiang Siksa.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(Atja : 1968)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak pula raja-raja dahulu yang menganggap dirinya keturunan Dharmaraja, sehingga menggunakan gelar Dharma untuk nama nobatnya. Kiasah Dharmaraja dapat ditelu suri dari kisah Satria Piningit dan Ratu Adil. Sumber ajaran ini berasal dari Kitab Tantu Pangelaran. Kitab ini mengisahkan tentang Siwa atau Batara Guru ngayuga Dewa Dharma raja. Keduanya memiliki kemiripan dalam bertapa dan memancarkan kebajikan-kebajikan yang bersifat ilahiyah. Kelak ratu Adil akan muncul dalam wujudnya sebagai resi (selanjutnya lihat dalam Uraian Uga).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa selanjutnya, didalam Naskah Sanghiyang Siksa Kanda Ng Karesiyan tersurat jejak keyakinan agama Siwa dan Buda sekaligus, seperti pada kata :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hong kara namo sewa ya baktining huluan di Sanghiyang Pan ca Tatagata ... Panca ngaran ing lima, tata ma ngaran ing sab da, gata ma ngaran ing raga. (sesungguhnya puji dan sembah ku untuk Siwa, baktiku kepa da San ghyang Panca Tatagata .... Panca berarti lima, tata berarti ucapan, gata berarti wujud).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari naskah diatas nampak penggunaan simbol-simbol hindu dengan mengistilahkan Siwa, serta agama Buda Maha yana. Tataga dalam agama Buda adalah gelar untuk Budha. Panca Tataga adalah lima orang Dyani Buda atau Buda yang merenung sebagai Lokapala, pelindung dunia. Paradigma ini tetap hidup dan tertransformasikan kedalam istilah Buana Panca Tengah, untuk istilah bumi atau dunia. Jejak lainnya saat ini ada dalam pemahaman tentang kalimat Opat Kalima Pancer, seperti dalam pepatah orang tua :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;..... &lt;span lang="EN-US"&gt;Coba riksa anu opat&amp;nbsp;nu jadi bakal manusa&amp;nbsp;bumi, geni, banyu jeung angin.&amp;nbsp;Bumi metukeun cahaya hi&amp;nbsp;deung&lt;/span&gt;, n&lt;span lang="EN-US"&gt;u nyata jadi pangucap&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Geni metukeun cahaya beureum&lt;/span&gt;, n&lt;span lang="EN-US"&gt;u nyata jadi panguping&lt;/span&gt;. A&lt;span lang="EN-US"&gt;ngin metukeun cahaya koneng&lt;/span&gt;, n&lt;span lang="EN-US"&gt;u&amp;nbsp;&lt;/span&gt;nyata&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;jadi pangangseu&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Banyu metukeun cahaya bodas&lt;/span&gt;, n&lt;span lang="EN-US"&gt;u nyata jadi paningal.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nu metukeun cahaya hideung&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tina bumi malaikat sawiah&lt;/span&gt;. N&lt;span lang="EN-US"&gt;u metukeun cahaya beureum&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tina geni malaikat tamarah&lt;/span&gt;. N&lt;span lang="EN-US"&gt;u metukeun cahaya koneng&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tina angin&lt;/span&gt;n&lt;span lang="EN-US"&gt;a malaikat mutmainah&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;nu metukeun cahaya bodas&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tina banyu malaikat loamah&lt;/span&gt;. A&lt;span lang="EN-US"&gt;nu opat ngalebur ngajadi hiji&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;ngajadi papancer ning manusa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Coba periksa yang empat cikal bakal manusia, tanah, api, air dan angin. Tanah menimbulkan cahaya hitam, menjadikan bisa mengucap. Api menimbulkan cahaya merah, yang menja dikan bisa mendengar. Angin menimbulkan cahaya kuning, menjadikan bisa mencium. Air yang menimbulkan cahaya putih, yang menjadikan bisa melihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yang melahirkan cahaya hitam dari bumi malaikat sawiah. Yang melahirkan cahaya merah dari api adalah malaikat tamarah. yang melahirkan cahaya kuning dari angin adalah malaikat loamah. Yang melahirkan cahaya putih dari air adalah malaikat loamah. Yang empat melebur menjadi satu, menjadi pertandanya manusia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Paradigma tentang kalimat diatas diabadikan dalam setiap gerak hidupnya, seperti yang diabadikan dalam bentuk jurus Tepak Hiji dalam Ilmu Silat Cimande, jurus empat (mata angin) di tambah satu pancernya (tengah), atau opat kalima pancer (empat yang kelimanya pancer). Pada masa lalu, maksud yang sama menunjukkan lima huruf didalam kepercayaan Hindu, yang disebut panca aksara, yaitu Na, Mo, Si, Wa, Ya. Aksara tersebut di anggap perwujudan Siwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;NA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siwa sebagai Iswara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 140.0pt;" valign="top" width="187"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di timur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;MO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siwa sebagai Brahma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 140.0pt;" valign="top" width="187"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;SI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siwa sebagai Mahadewa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 140.0pt;" valign="top" width="187"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;WA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siwa sebagai Wisnu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 140.0pt;" valign="top" width="187"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di utara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 40.85pt;" valign="top" width="54"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;YA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.3pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siwa sebagai Siwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 140.0pt;" valign="top" width="187"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di tengah (Pancer)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tentang naskah dimakud, selengkapnya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lamun pahi kaopeksa sanghyang wuku lima (dina) bwana, boa halimpu ikang desa kabeh. Desa kabeh ngaranya: purba, daksina, pasima, utara, madya. Purba, timur, kahanan Hyang Isora, putih rupanya; daksina, kidul, (kahanan Hyang Brahma, mirah rupanya; Pasima, kulon) kahanan Hyang Mahadewa, kuning&amp;nbsp; (rupanya); utara, lor, kahanan Hyang Wisnu, hireng rupanya; madya, tengah, kahanan Hyang Siwah, (aneka) warna rupanya. Nya mana sakitu sanghyang wuku lima dina bwana. (&lt;span lang="EN-US"&gt;Kalau terpahami sanghyang wu&amp;nbsp;ku&amp;nbsp;lima di bumi tentu menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;semua tempat. Tempat itu disebut: purwa, daksina, pasima, utara, madya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pu&lt;/span&gt;w&lt;span lang="EN-US"&gt;a yaitu timur tem­pat Hyang Isora, putih warnanya. Daksina yaitu selatan, tempa&lt;/span&gt;t&amp;nbsp;Hyang&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Brahma merah warnanya. Pasima yaitu barat, tempat Hyang Maha&amp;nbsp;dewa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;k&lt;span lang="EN-US"&gt;uning warnanya.&amp;nbsp;Utara tempat Hiyang Wisnu hitam warnanya Madya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;tengah tempat Hyang Siwa aneka macam warna. Yaitulah wuku lima di bumi&lt;/span&gt;)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masyarakat dahulu meyakini, dari sorga para dewa mengatur dan mengawasi kehidupan manusia. Tiap pemeluk agama Hindu dan Buda meyakini, jika mereka mengindahkan tun tunan moral dan agama maka akan masuk sorga, bersatu di alam kehidupan dewa-dewa. Sebaliknya, akan masuk neraka dan mengalami samsara, jika tekad dan perilakunya buruk. Jejak lainnya terdapat didalam naskah Sewaka Darma (kebaktian terhadap darma). Hal ini menunjukan &amp;nbsp;bahwa Tantrayana di wilayah Sunda sudah terpengaruh oleh ajaran Buda Mahayana. Pengaruh tersebut masih terjalin dengan agama leluhur Sunda. Seperti unsur Hiyang dibedakan dari dewa, sekalipun keduanya tinggal di Kahiyangan atau Parahiyangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari sudut pernaskahan, seperti naskah Jatiniskala mengandung embaran mengenai ajaran keagamaan yang memperlihatkan berbaurnya ajaran Hindu, Buda dengan ajaran Pribumi. Naskah Jatiniskala lebih banyak menyebutkan nama-nama kuasa imajiner pribumi. Mereka disederajatkan dengan apsari, makhluk kahyangan, pendamping para Dewa. Seperti tujuh pohaci, yaitu : Pwah sri Tunjungherang, Pwah Sri Tunjunglenggang, Pwah Sri Tunjunghanah, Pwah Sri Tunjung manik, Pwah Sri Tunjungputih, Pwah Sri Tunjungbumi, Pwah Sri Tunjungbwana. Kesemuanya berada didalam kurungan dan masing-masing mempunyai apsari, yaitu: Aksari Tunjungnaba, Tunjungmabra, Tunjungsiang, Tunjungkuning, Nagawali, dan Nagagini. Kemudian ada juga apasari Manikmaya, Mayalara, dan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Konsep Hiyang&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Perkembangan selanjutnya menurut Ekadjati (2005), konsep banyaknya dewa-dewa, pada masa kerajaan Sunda dan Galuh membingungkan masyarakat karena terlalu banyak yang harus disembah. Sifat politheistis Tuhan menimbul kan kecenderungan untuk mengutamakan rokh dan dewa (Tuhan) tertentu, namun mengabaikan dewa lainnya. Selain itu di dalam upacara keagamaan lain yang sarat tatacara, dan urutan yang ketat serta mantera-mantera yang tidak boleh salah ucap atau salah susun, dianggap kurang sesuai dengan watak agama leluhurnya. Oleh karena itu mereka mencari konsep alternatif lain untuk menemukan Tuhan yang sesuai dengan karakternya yang berpindah-pindah setiap musim pa nen. Sehingga perlu praktis, akrab dengan alam, mengutama kan isi dari pada bentuk, cara memuja dapat dilakukan dimana saja. Bagi masyarakat Sunda waktu itu, sebongkah batu alam yang agak aneh bentuknya sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara ritual. Setelah usai batu tersebut di tinggalkannya karena di tempat lain pun masih mudah mem peroleh jenis batu yang sama. Modal penting untuk menjalin hubungan dengan yang Gaib adalah kesungguhan hati, kehidmatan didalam keheningan alam sekitar. Pada masa itu para pemuka agama menggunakan referensi dari keyakinan menurut ajaran leluhur, hindu dan buda, disamping berdasarkan pengamatan, pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri. Oleh karenanya ajaran ini seperti yang tertera di dalam naskah-naskah Sunda (Sewaka Darma Sanghiyang Siksa Kanda Ng Karesiyan dan Naskah Jatiniskala).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Konsep Hiyang menurut Ekadjati (2005, hal 178) baru diketahui pada masa pemerintahan Sri Jayabupati (abad ke-11), namun baru pada tahap menggunakan pengertian yang gaib atau yang suci, belum pada pengertian Tuhan. Sanghi yang sudah mulai di letakan ditempat suci, yakni Kabuyutan Sanghyang Tapak. Dalam masa sesudahnya, konsep Hiyang dengan Dewa dapat dilihat dalam memfungsikan kabuyutan, yakni K&lt;span lang="EN-US"&gt;abuyutan Lemah Dewasasana&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;tempat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kegiatan&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;menurut agama Hindu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;(&lt;span lang="EN-US"&gt;Kabuyutan Sundasembawa dan Gunung Samaya&lt;/span&gt;) dengan&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kabuyutan Lemah Parahyangan&lt;/span&gt;, tempat kegiatan agama Sunda buhun&lt;span lang="EN-US"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;agama Jatisunda&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(&lt;span lang="EN-US"&gt;Kabuyutan Kanekes&lt;/span&gt;)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Sekalipun disebutkan agama Hindu ber interaksi di Kabuyutan, namun ditatar Sunda sulit untuk menemukan candi, termasuk di kabuyutan Dewasasana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;N&lt;span lang="EN-US"&gt;askah Pustaka Wangsakerta&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menyebutkan&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;agama Sunda pada masa Sunda kuno memiliki kitab suci yang menjadi pedoman umatnya, yaitu Sambawa, Sambada dan Winasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;K&lt;span lang="EN-US"&gt;etiga kitab suci tersebut baru ditulis pada masa pemerinta&amp;nbsp;han Rakean Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu, yang ber&amp;nbsp;kuasa ditatar Sunda pada periode 1175-1297 M.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Hemat penulis, kitab ini merupakan bentuk pengulangan dan penegasan, karena Prabu Darmasiksa bukanlah penganut agama Sunda yang pertama, bahkan keberadaan ageman Jati Sunda sudah diketahui pada masa Aki Tirem, untuk kemudian kasilih dan bersentuhannya dengan budaya dari India. Namun memang se&lt;span lang="EN-US"&gt;telah masa Prabu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Darmasiksa&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;agama Sunda&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;Wiwitan &lt;span lang="EN-US"&gt;menja&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;di agama resmi kerajaan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Konsepsi teologis Sunda Wiwitan berbasiskan pada faham Monoteisme atau percaya akan adanya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;keberadaan Hiyang itu gaib dan Tunggal, tidak jamak. Hiyang atau Sanghiyang didalam Ensiklopedia Sunda ditujukan untuk menyebutkan Yang Maha kuasa, menurut kepercayaan Sunda lama adalah Sanghyang Keresa (Maha Pencipta), disebut juga Batara Tunggal (Yang Esa), atau Batara Seda Niskala (Yang Gaib). Semua Dewa Hindu yang datang kemudian, tunduk kepadanya. Oleh karenanya Sanghiyang dianggap lebih tinggi dera jatnya dari Dewa-dewa menurut konsep agama Hindu. Hal ini dapat ditemukan didalam uraian tentang Dasa Prebakti yang ditulis didalam naskah Sanghiyang Siksa Kandang Karesyan, antara lain menyebutkan: Raja Bakti Ka Dewa; Dewa Bakti Kahiyang. Demikian pula didalam Naskah Paningkes, atau Naskah Panikis menyebutkan, bahwa: kalau wiku memuja dewata, hilanglah kewikuannya. Jika pendeta bersemedi (memuja) dewata, hilanglah ke pendetaannya, karena perhatian dan kecintaannya tergeser oleh (kelakuannya) sendiri. Sifat Hiyang tercermin dari nama-nama yang diberikan kepadanya, yaitu Batara Seda Niskala (Yang Gaib), Batara Tunggal (Yang Esa), Batara Jagat (Yang Menguasai Alam), Sang Hiyang Ke resa (Yang Kuasa), Nu Ngersakeun (Yang Berkehendak), dan Batara Guru (Yang Maha Tahu).&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam menjalankan tugasnya mengatur semesta alam&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Sanghyang Keresa dibantu oleh para Sang&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;yang lainnya seperti Sanghyang Guru Bumi, Sanghyang Kala, Sanghyang Ambu Jati , Sunan Ambu, dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Istilah Sanghiyang adakalanya digunakan pula untuk me nyebut orang atau makhluk yang dihormati, seperti Sanghiyang Lutung Kasarung, Sanghiyang Sri, Sanghiyang Borosngora dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Agama Sunda Wiwitan juga mengenal klasifikasi semesta alam menjadi tiga bagian, yakni Buana Nyungcung (tempat bersemayamnya Sanghyang Keresa) Buana Panca Tengah (tempat hidup manusia dan mahluk hidupnya) dan Buana Larang (neraka). Selain itu, dalam ajaran Sunda Wiwitan juga dikenal adanya proses kehidupan manusia yang harus melalui&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sembilan&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;mandala di dunia fana dan alam baka. Kesembilan mandala yang harus dilalui manusia tersebut adalah: Mandala Kasungka, Mandala Parmana, Mandala Karna, Mandala Rasa, Mandala Seba, Mandala Suda, Jati Mandala, Mandala Samar dan Mandala Agung&lt;/span&gt;. Dari tahapan Jati Mandala maka sudah termasuk pada Mandala Kasucian. Sedangkan di mandala tertinggi, yakni Mandala Agung merupakan tempat bersemayam nya Sanghiyang Tunggal, anu Nunggal di sakabeh Alam jeung sakabeh Jagat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;masa&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Sunda Pajajaran, agama Sunda Wiwitan mengenal beberapa tempat suci yang juga dijadikan sarana peribadatan seperti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang ada di Kabuyutan,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Balay Pamunjungan Babalayan Pamuja&lt;/span&gt;a&lt;span lang="EN-US"&gt;n serta Saung Sajen. Hampir semua tem&amp;nbsp;pat ibadah tersebut berbentuk punden berundak yang terdiri dari kumpulan batu-batu besar&lt;/span&gt;.&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Sementara pada masa kejayaan Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sarana peribadatan yang banyak didirikan justru candi yang hingga kini masih dapat kita temui peninggalan&amp;nbsp;nya. Bahkan candi juga terkait dengan simbol kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Konsep berketuhanan di tatar Sunda dari masa kemasa tidak menimbulkan benturan fisik karena masyarakat Sunda sangat terbuka untuk sesuatu yang dianggap baik. Namun bukan berarti mudah berpindah keyakinan, atau tidak memiliki agama, melainkan karena adaptifnya para pemegang ajaran Sunda buhun. Hal demikian dapat ditemukan dalam bahasa penganut ajaran Wiwitan, seperti istilah Slam Sunda Wiwitan di masyarakat Baduy, dan penggunaan kata-kata Allah bagi yang berada di luar masyarakat Baduy. Dalam hal ini&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;dapat di&amp;nbsp;simak keterangan Ayah Mursid,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pemuka masyarakat Baduy, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Agama nu di agem ku masya&lt;/span&gt;r&lt;span lang="EN-US"&gt;akat Baduy, ngarana Agama Slam Sunda&lt;/span&gt;, kami mah teu&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;ka&amp;nbsp;bagean parentah shalat seperti dulur-dulur sabab wiwitan Adam tugasna memelihara kasaim&amp;nbsp;bangan ieu alam teu ngabogaan kitabna da ajaran neurap jeung alam Makana agama Slam Sunda Wiwitan ngan&amp;nbsp;ukur keur Baduy&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(A&lt;span lang="EN-US"&gt;gama yang diyakini orang Baduy namanya agama Slam Sunda&amp;nbsp;&lt;/span&gt;awal&lt;span lang="EN-US"&gt;. Nabinya Adam Tunggal. Dalam keyakinan kami tidak kebagian perintah shalat seperti saudara-saudara sebab Wiwitan Adam tugasnya memelihara&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;keseimbangan alam tidak memiliki kitab suci karena ajarannya bersatu dengan alam, makanya agama Slam Sunda Wiwitan hanya diperuntukan bagi masyarakat Baduy&lt;/span&gt;) (Asep Kurnia : 2010)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Menemukan Hiyang&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa selanjutnya ditemukan konsep Tuhan yang dinamakan Hiyang. Istilah Hiyang disebut juga Sanghiyang, menggunakan cara penulisan yang beragam, yakni Hyang; Sanghyang; dan Sang Hiang, memiliki makna yang sama, yaitu Yang Gaib. Konsep Hiyang berpangkal dari makna dan proses terbentuknya rokh dalam kepercayaan leluhur, namun bu kan berasal dari jiwa manusia atau roh manusia. Hiyang terbentuk dengan sendirinya dan menguasai seluruh alam. Keberadaan Hiyang itu gaib dan Tunggal, tidak jamak. Sifat Hiyang tercermin dari nama-nama yang diberikan kepadanya, yaitu Batara Seda Niskala (Yang Gaib), Batara Tunggal (Yang Esa), Batara Jagat (Yang Menguasai Alam), Sang Hiyang Kere sa (Yang Kuasa), Nu Ngersakeun (Yang Berkehendak), dan Batara Guru (Yang Maha Tahu). Sekalipun Hiyang dengan Dewa dianggap berada di Parahiyangan, namun berdasarkan perbaktiannya Hiyang dianggap yang lebih tinggi bahkan dewa pun berbakti ka Hiyang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penemuan Hiyang tidak menghilangkan fungsi dari dewa-dewa lainnya, namun tetap ditempatkan di bawah Hiyang. Tempat Hiyang berada di Parahiyangan bukan di dunia. Didalam naskah Kosmologi Sunda (Kropak 420), Parahiyangan me miliki beberapa tingkatan.Tingkat paling bawah di huni oleh para dewa hindu (Brahma, Wisnu, Siwa, Isora, Mahadewa). Diatas para tersebut ditempati Dewa dalam konsep Sunda, seperti Sari Dewata dan Ni Dang Larang Nawati. Di atasnya lagi dihuni oleh Dewi Sri (Pwa Sanghyang Sri), Dewi Bumi (Pwa Naga Nagini), Dewa Bulan (Pwa Naga Nagini). Ditempat yang paling atas sekali, bersemayam Sang Hiyang Keresa tempat yang lepas dari semua ikatan, dan hidup dalam keabadian atau tempat tertinggi yang diinginkan manusia ketika nanti pulang kealam baka, atau Jatiniskala, atau tempat keabadian sejati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengakuan terhadap agama Hindu, Buda dan Batara Seda Niskala, ditemukan pula didalam Naskah Sanghiyang Siksa Kanda Ng Karesiyan. Pada bagian akhir naskah tersebut me negaskan, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;....... Samangkana kayatnakeun talatah sang sadu. Saur sangdarma pitutur mujarakeun sabda sang rumuhun, tutur twah paka sab da&amp;nbsp;: Namo Siwa ya! Nami Budaya! Namo Sidam Jiwa nalipurna ! Sang amaca maka suka, sang nurut ma ujar rahayu ngare gep cipta nirmala, yatna sang sewaka drama. Ini kawuwusan siksa kandang karesian ngaranya, ja na pustakanipun sang ngareungeu pun. (&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikian pesan sang budiman, ujar sang darma pitutur me&amp;nbsp;nguraikan ajaran para leluhur&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Yaitu ajaran perilaku y&lt;/span&gt;a&lt;span lang="EN-US"&gt;ng men&amp;nbsp;jadi pelajaran: Sembah ke&lt;/span&gt;p&lt;span lang="EN-US"&gt;ada Siwa! Sembah kepada Buda! Sembah sepenuhnya kepada Jiwa Ma&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;a&amp;nbsp;sempurna!&amp;nbsp;Semoga pembaca&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menjadi, yang mengikuti ajaran kebajikan, memperhatikan cita-cita kesucian,&amp;nbsp;mengikuti hukum-hukum pengabdian.&amp;nbsp;Demikianlah yang di&amp;nbsp;katakan siksakandang kare&lt;/span&gt;s&lt;span lang="EN-US"&gt;ian, semoga menjadi sumber&amp;nbsp;pengetahuan bagi yang mendengarkannya.&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Dewa bakti ka Hiyang&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Naskah buhun yang menyiratkan digunakannya kembali ajaran leluhur dan bercampurnya pengaruh Hindu dan Buda, selain didalam naskah Jatiniskala juga ada didalam naskah Kawih Paningkes atau Kawih Panikis (Br 419). Di dalam naskah ini nama dewa-dewa dalam ajaran Hindu dan Budha, seperti dewa, dewata, sri, mahayoga, dan moksah di temukan bersama-sama nama pohaci, wirumananggay, kahiyangan, sanghi yang dan puhun nama khas yang gaib dalam kosmologi Sunda. Naskah Kawih Paningkes menguraikan pula tentang wiku dan pendeta melakukan sembahyang. Naskah tersebut menegaskan jika wiku dan pendeta memuja dewata maka hilang lah kewikuan dan kependetaannya, bahkan dianggap salah. Mungkin ada hubungannya dengan Dasa Prebakti yang dimu at dalam naskah Sanghiyang Siksa, naskah tersebut menem patkan Hiyang diatas dewa.&amp;nbsp;Naskah Paningkes sebagaimana yang dicuplik dari tulis annya Ayatrohaedi (2003), sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 17.75pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;...... Baruk da sang wiku lamun muja ka dewata leungit kawik wanana pandita lamun samadi mihdap hyang dewata hilang ka panditaan ja kassarkeun katineung sarwa dingan trisna bala swarangan ........ (... katanya, kalau wiku memuja kepa da dewata, hilanglah kewikuannya. Jika pendeta bersemedi (memuja) dewata, hilanglah kependetaannya, karena perhatian dan kecintaannya tergeser oleh (kelakuannya) sendiri ....).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika saja ada hubungannya dengan strata pembaktian, yang menempatkan Hiyang diatas Dewa, penegasan dan alasannya ditulis dalam kalimat selanjutnya, bahkan dianggap sebagai takdir sejak masa di ciptakannya Mayapada oleh Batara Seda Niskala, sebagai&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yang Hak dan Yang Wujud&lt;/span&gt;. Orang Baduy menyebutkan masa itu sebagai Jaman Allah ngan Sorangan. Adapun tulisan dimaksud, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;..... Sakala batara jagat basa ngreta keun bumi niskala. Basana: Brahma, Wisnu, Isora, Mahadewa, Siwa. bakti ka Batara ! Basana : Indra, Yama, Baruna, Kowera, Besawarma, bakti ka Batara ! Basana: Kusika, Garga, Mestri, Purusa, Pata(n)jala, bakti ka Batara: Sing para dewata kabeh pada bakti ka Batara Seda Niskala. Pahimanggihkeun situhu lawan preityaksa. (&lt;span lang="EN-US"&gt;Suara panguasa alam waktu menyempurnakan mayapada. Ujarnya: Brahma, Wisnu, isora, Maha&amp;nbsp;dewa, Siwah, baktilah kepada Batara! Ujarnya: India. Yama, Baruna, Kowara, Besa&amp;nbsp;warma, baktilah kepada Batara! Ujarnya: Kusika, Garga, Mestri, Purusa, Patanjala, baktilah kepada Batara! Maka para dewata semua berbakti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;kepada Batara Seda Niskala&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semua&amp;nbsp;menemukan&amp;nbsp;Yang Hak dan Yang Wujud&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemikiran tentang penemuan posisi Hiyang, sebagaima na yang dimuat di dalam naskah Kawih Paningkes direkam se cara utuh dalam naskah Siksa Kanda Ng Karesiyan, yakni naskah yang dibuat setelahnya, atau pada 1518 masehi. Naskah tersebut membahas dalam Dasa Prebakti (sepuluh pembaktian) yang menempatkan Hyang diatas segala-galanya, dan sebagai tujuan dari semua makhluk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nihan sinangguh dasa prebakti ngaranya. Anak bakti di bapa, ewe bakti dilaki. hulun bakti di pacandaan, sisya bakti di guru, wang tani bakti di wado. wado bakti di mantri, mantri bakti di nu nangganan. nu nangganan bakti di mangkubumi, mangkubumi bakti di ratu, ratu bakti di dewata, dewata bakti di hyang. Ya ta sinangguh dasa prebakti ngara(n)na. (&lt;span lang="EN-US"&gt;Ini yang disebut dasa prebakti. Anak tunduk kepada bapak; isteri tunduk kepada suami; hamba tunduk kepada maji&lt;/span&gt;kan&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;siswa tunduk kepada guru; petani tunduk kepada wado;&amp;nbsp;wado&amp;nbsp;tunduk kepada mantri, mantri tunduk kepada nu nangganan; nu nangga&amp;nbsp;nan tunduk pada&amp;nbsp;mang&amp;nbsp;kubumi; mangkubumi tunduk kepada raja; raja tunduk kepada dewata; dewata tunduk kepada hiyang. Ya itulah yang disebut dasa prebak&lt;/span&gt;ti).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hiyang didalam n&lt;span lang="EN-US"&gt;askah Kosmologi Sunda dan Jatiraga&lt;/span&gt;&amp;nbsp;di tempatkan sebagai tujuan manusia yang paling tinggi, merupa kan cita-cita jika atma (roh) manusia jika dikelak kemudian hari harus keluar dari kurungannya. Konsep demikian dimuat didalam Kosmologi Sunda. Menurut&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Undang A Darsa dan Edi S.&amp;nbsp;Ekadjati (2006), jagat raya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terdiri dari tiga tingkatan &lt;span lang="EN-US"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;Sakala, Niskala, Jatiniskala.&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jatiniskala&lt;/span&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;kemahagaiban sejati, dihuni oleh Dzat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Y&lt;span lang="EN-US"&gt;ang Maha Tunggal, dinamakan pula Sang Hyang Manon, Dzat Yang Maha Pencipta disebut Si Iju&amp;nbsp;nati Nistemen, pencipta batas tet&lt;/span&gt;a&lt;span lang="EN-US"&gt;pi tak terkena batas. Dunia ada dalam Dzatnya.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Suasana di Jatiniskala d&lt;span lang="EN-US"&gt;igambarkan suka tanpa mengenal duka, kenyang tanpa mengenal lapar, hidup tanpa mengenal mati, bahagia tanpa mengenal nestapa, baik tanpa mengenal buruk, pasti tanpa mengenal kebetulan, lepas tanpa mengenal ulangan hidup.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Menurut Saleh Danasasmita (1987), digambarkan alam “S&lt;span lang="EN-US"&gt;uka tanpa balik duka&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;wareg tanpa balik lapar&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;hurip tanpa balik pati&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;sorga tanpa balik papa&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;hayu tanpa balik hala&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;nohan tanpa balik wogan&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;moksa tanpa balik wulan&lt;/span&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kembali ke Jatiniskala adalah cita-cita orang dahulu yang saleh, sehingga kematian pun disebut ngahiyang, dari ada menjadi gaib, atma menuju tempat bersemayamnya Hiyang. Peristiwa ngahiyang ada dua cara. Pertama, Atma manusia menuju alam kalanggengan namun jasadnya masih tetap di dunia. Kedua jiwa dan raganya lenyap, ngahiyang atau tilem. Didalam metologi urang Sunda dikenal dengan tilem, mendasarkan pada pemikiran bahwa manusia meminjam jasad dari yang berhak. Seperti jika manusia meminjam barang maka harus dikembalikan seluruhnya kepada pemiliknya, termasuk raganya. Berdasarkan mitologi pula menyatakan, bahwa ngahiyang sebagaimana yang kedua sangat jarang terjadi, kecuali jika manusia semasa hidup dapat menghindarkan semua perbuatan (tapa) yang buruk. Dalam mitologi dijelaskan pula bahwa yang mampu ngahiang atau tilem hanyalah Prabu Siliwangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Teks buhun umumnya mengabarkan perihal cita-cita urang sunda buhun jika meninggalkan alam dunya, yakni balik ka Hyang lain ka Dewa.&amp;nbsp;Kita harus memperteguh diri, menertibkan hasrat, ucap dan budi. Bila hal itu tidak diterapkan dan dilakukan oleh orang-orang dari golongan rendah,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menengah dan tinggi semua akan dijerumuskan ke dalam neraka Si Tambra Goh&amp;nbsp;muka. Karena ilmu manusia terungguli oleh dewata&lt;/span&gt;. Demikianlah kata Sanghyang Siksa&amp;nbsp;(asp)&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9031596519657987657-8112418633952891944?l=tuturussangrakean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/8112418633952891944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/8112418633952891944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/2011/05/balik-ka-hiyang.html' title='Balik Ka Hiyang'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-2909965547369770352</id><published>2011-05-11T01:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T21:44:37.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari masa lalu'/><title type='text'>Istri Larangan</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Didalam tradisi Sunda buhun dikenal adanya istri larangan, suatu larangan atau tabu bagi seorang laki-laki untuk menikahinya. Larangan ini bukan hanya di tujukan kepada ma syarakat biasa, melainkan juga untuk lingkungan keraton dan para raja di tatar Sunda. Demikian pula sanksi yang diberikan, bisa berupa sanksi sosial atau dipaksa untuk meleta kan jabatan, seperti pada kasus Dewa Niskala (Kawali) dan Ratu Sakti (Pajajaran).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Naskah&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Carita Parahyangan dan Siksa Kandang, menetapkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;perempuan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;diharamkan untuk dinika&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;, atau Estri Larangan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(Ekadjati – 2005 : hal.196)&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;yaitu :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gadis atau wanita yang telah dilamar&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;oleh seorang pria,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dan lamarannya diterima&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;oleh si&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;gadis&lt;/span&gt;, maka&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;terlarang bagi pria lain untuk meminang dan mengganggu&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Wanita yang berasal dari Tanah Jawa, terlarang dikawin oleh pria Sunda&lt;/span&gt;. L&lt;span lang="EN-US"&gt;arangan tersebut&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;berlatar-&lt;span lang="EN-US"&gt;belakang&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ada nya&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;peristiwa Bubat&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ibu tiri yang tidak boleh dinikahi oleh pria yang ayahnya pernah menikah&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;wanita tersebut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Larangan yang pertama dengan ketiga sampai saat ini masih tetap kukuh dihindari untuk tidak dilakukan. Selain menyangkut moral dan etika, juga terkait dengan larangan agama. Sedangkan larangan yang kedua sudah mulai luntur. Generasi muda Sunda sekarang sudah banyak yang tidak mengenal tabu demikian atau ahistoris terhadap munculnya tabu tersebut. Sudah banyak laki-laki Sunda yang kawin dengan perempuan Jawa, juga sebaliknya. Bahkan jarang yang mengenal sejarah peristiwa bubat. Yang pasti adanya proses dan kesadaran yang mempersatukan Sunda dengan Jawa di dalam bingkai ke-Indonesiaan dengan sendirinya mencairkan mitos tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Naskah Sanghiyang Siksa Kandang Karesyan dengan tegas melarang aturan-aturan istri larangan. Naskah ini meru pakan artefak penting dari adanya ketentuan istri larangan. Bahkan dapat menginformasikan kepada generasi yang akan datang tentang universalitas nilai Kasundaan. Kisah para pelanggaran diceritakan pula didalam naskah Carita Parahyangan, sehingga naskah Sanghiyang Siksa dengan Carita Parahyangan sering dianggap acuan dari ketentuan istri larangan. Naskah Sanghiyang Siksa Kandang menjelaskan, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ingetkeun na siksakandang karesian, deung iseuskeun nahalo an. Ulah ngeri(ng)keun estri larangan sakalih, rara hulanjar sakalih, bisi keuna ku haloan si panghawanan, Maka nguni ngarowangtangan, sapanglung guhan di catang, di bale, patu tunggalan, haloan si panglungguhan ngaranna. Patanjeur-tanjeur di pipir, di buruan, patu­tunggalan, haloan sipanahtaran ngara(n)na.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; (&lt;span lang="EN-US"&gt;Ingat-ingat dalam siksakandang karesian dan perhatikan dalam godaan. Jangan berjalan mengiringi semua wanita larangan, semua rarahu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;lanjar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;agar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tidak terkena&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;godaan diperjalanan. Demikian pula memegang tangan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(nya), duduk bersama-sama di atas catang, di balai-balai berdua saja, disebut goda&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;an di tempat duduk. Berdiri di belakang rumah atau di halaman berdua saja, disebut-godaan di tempat berdiri nama&lt;/span&gt;nya)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tabu mengganggu istri / tunangan orang&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Etika atau Pikukuh yang paling keras adalah tidak boleh mengganggu istri orang, bahkan wanita yang sudah dilamar tabu untuk diganggu. Larangan demikian sampai sekarang masih berlaku, namun untuk yang sudah bertunangan masih ada sedikit perdebatan, atau boleh dikatakan masih ada kelonggaran. Terutama adanya idiom tentang “satu menit pun (sebelum nikah) masih milik umum”, alias masih bisa beralih lagi. Karena syahnya hubungan pernikahan setelah ‘ijab kabul’, maka inilah yang tidak boleh di ganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tabu sebagaimana yang dianut orang Sunda buhun tidak hanya mempertimbangkan pada nilai-nilai yang bersifat formal, atau hanya mengacu keabsyahan pasangan dari sya rat yang ditentukan oleh suatu lembaga perkawinan yang syah menurut hukum negara, melainkan mempertimbangkan juga perasaan dan hubungan dengan sesama manusia lain nya, terutama terhadap pihak lain yang merasa terganggu atas peristiwa ini. Karena hakikatnya, bagus atau tidak suatu hubungan tidak ditentukan oleh formalitas, atau adanya suatu perjanjian, melainkan timbul dari saling percaya dan saling menghormati. Inilah yang mungkin mendasarkan munculnya tabu yang melarang seorang perempuan yang sudah bertuna ngan dilarang diganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Alasan lain menurut hemat penulis terkait erat dengan tahap dan proses berpikir manusia Sunda dahulu. Antara dia (pribadi) dengan orang lain (subyek) tidak terbatas oleh apapun. Faham ini disebut Totalitas. Manusia harus mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Sama halnya dengan idi om ‘ngaragap angen sorangan’ atau ‘teposliro tenggang rasa’, atau ‘tat twan asi’, aku adalah kamu dan kamu adalah aku !. Dengan demikian manusia akan merasakan sakit bila orang lain merasakannya. Sama ketika seseorang merasakan sakit hati jika tunangannya di ganggu orang atau lelaki lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemahaman lainnya berkaitan dengan sanksi yang akan diterima jika di melakukan perbuatan tersebut. Manusia Sun da buhun sangat yakin, jika kesalahan yang dibuat didunia ha rus di pertanggung jawabkan. Suatu contoh dari penerapan sanksi di kalangan masyarakat Baduy. Masyarakat Baduy akan lebih takut terhadap kutukan dari pada sanksi di dunia. Kutukan dianggap berlaku terus bagi para keturunannya, sedangkan sanksi di dunia cukup bagi pribadi (seorang) yang melakukan kesalahan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada juga yang mencontohkan dari peristiwa Harisbaya, istri Panembahan Ratu (Cirebon) yang kemudian iiwat dan di nikahi oleh Prabu Geusan Ulun (Sumedanglarang). Untuk me nebus talaknya dan mencegah peperanhan antara Sumedang larang dengan Cirebon maka Sumedanglarang harus melepas kan wilayah Sindangkasih kepada Cirebon. Mungkin pula aki batnya dirasakan oleh generasi berikutnya. Pengganti Geusan Ulun ternyata tidak mampu mempertahan Sumedang sebagai negara yang berdaulat penuh, bahkan raja-raja Sunda menjadi kehilangan penerusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hal yang sama dialami oleh trah Galuh, akibat smarakar ya Mandiminyak dengan Pwah Rababu, istri Sempakwaja, kakak kandung Mandiminyak, sehingga melahirkan.Sena Penulis Carita Parahyangan, menggambarkan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Barang ngadenge tatabeuhan ngaguruh teu puguh&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;r&lt;span lang="EN-US"&gt;ungu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;keuneu&lt;/span&gt;n &lt;span lang="EN-US"&gt;nana,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tatabeuhan di&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Galuh, Pwah Rababu terus mulang ka Galuh di dinya teh taya kendatna nu ngigel.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sadatangna kaburuan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ageung, cek Rahiangtang Mandiminyak: "Patih, na&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;naon eta&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ateh&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;?"&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;"Bejana nu ngigel di buruan ageung!"&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;"Eta bawa pakean awewe sapangadeg, sina marek ka dieu. Keun tang&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;gungan aing.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Geuwat bawa sacara paksa!"&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Patih indit kaburuan ageung. Pwah Rababu dibawa ka kadaton. Dipirabi ku&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Rahiangtang Mandiminyak. Kacida bogohna ka Pwah Rababu. Tina sapatemonnanya&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lahir anak lalaki dingaranan Sang Sena&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sena dianggap Sang Salah, padahal bukan Sena yang berbuat. Sena kemudian menggantikan Mandiminyak sebagai penguasa Galuh. Sena pun dianggap orang yang saleh, meng hormati tetua Galuh dan para tokoh agama, serta perilakunya bertolak belakang dengan Mandiminyak, namun tetap dikucil kan oleh kera bat lainnya. Peristiwa ini pun memicu rebutan tahta Galuh. Dikenal dengan Pisuna Galuh yang dipimpin Purbasora, putra Rababu dari Sempakwaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Peristiwa lain yang menimpa keturunan mandiminyak yakni kasus Dewi Pangrenyep, istri Permana Dikusumah. Di goda Rahiyang Tamperan, untuk kemudian Tamperan membu nuh Permana Dikusumah. Tamperan akhirnya dibunuh Sang Manarah. Kisah ini ditulis didalam Carita Parahyangan, sebagai berkut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nurutkeun carita Jawa, Rahiang Tamperan lilana ngadeg raja tujuh taun, lantaran&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;polahna resep ngarusak nu tapa, mana teu lana nyekel kakawasaanana oge.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Dua pelanggaran&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Peristiwa lain yang termasuk katagori mengganggu tunangan orang menimpa Dewa Niskala, putra Niskala Wastu Kencana.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika itu Maja&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;pahit&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;dipimpin Prabu Kertabumi atau Brawijaya V, pada tahun 1478 kalah perang dari Demak dan Girindra&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;wardana, banyak keluarga keraton Majapahit mengungsi kedaerah Galuh dan Kawali&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;pimpin oleh Raden Baribin,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;mereka disambut dengan senang hati oleh Dewa Niskala.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Namun Dewa Niskala jatuh cinta kepada salah satu anggota rombong an. Wanita tersebut telah bertunangan. Carita Parahyangan menjelaskan, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tohaan di Galuh, inya nu surup di Gunungtiga. Lawasniya ratu tujuh tahun, kena salah&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;twah bogoh ka éstri larangan ti kaluaran.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(&lt;span lang="EN-US"&gt;Diganti ku Tohaan Galuh, enya eta nu hilang di Gunun&lt;/span&gt;g&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tiga.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;L&lt;span lang="EN-US"&gt;awasna jadi ratu tujuh&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;taun, lantaran salah tindak bogoh ka awewe&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;larangan ti kaluaran&lt;/span&gt;)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Carita Parahyangan menyebutkan pelanggaran yang di rumpak Dewa Niskala adalah&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bogoh ka éstri larangan ti kalua&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ran&lt;/span&gt;. Artinya dapat ditafsirkan adanya dua pelanggaran, yakni (1) melanggar istri larangan ; dan (2) istri tikaluaran. Kalimat dimaksud dapat ditafsirkan, yakni istri yang telah bertunangan dan berasal dari Majapahit. Kasus ini pada akhirnya memaksa Dewa Niskala untuk turun dari tahtanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pelanggaran yang dilakukan Dewa Niskala memang masih menjadi perdebatan dikalangan penyusun sejarah Sunda, bahkan ada yang menafsirkan hanya melanggaran ketentuan untuk tidak menikahi perempuan yang telah bertunangan. Namun pendapat lainnya tidak bisa dikesampingkan. Mengingat peristiwa Bubat masih membekas dibenak dan hati masyara kat Sunda pada masa itu. Adanya tabu menikahi wanita yang berasal dari Majapahit (istri tikaluaran) menjadi beralasan. Maka wajar jika Dewa Niskala di anggap melanggar dua lara ngan sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tabu&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menikah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;i ibu tiri atau bekas istri bapak&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ratu Sakti, putra&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ratu Dewata raja Pajajaran,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;berkuasa pada tahun 1543 sampai dengan 1551 masehi. Ratu Sakti sangat berlainan sifatnya dengan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;para pendahulunya, sering&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ngarumpak larangan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(tabu)&lt;span lang="EN-US"&gt;, tak peduli dengan etika dan moral sebagaimana layaknya raja Sunda yang memegang Purba&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;satiti–Purbajati, yang paling parah melanggar Istri larangan,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yakni&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menikahi istri ayahnya&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(ibu titinya)&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Penulis Carita Parahyangan menanggapi perilaku Ratu Sakti, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Disilihan ku Sang Ratu Saksi Sang Mangabatan ring&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tasik&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;inya nu surup ka&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Péngpéléngan. Lawasniya ratu dalapan ta&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hun, kenana ratu twahna kabancana ku estri&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;larangan tika&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;luaran deung kana ambutéré. Mati-mati wong tanpa dosa, nga&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;rampas&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tanpa prégé, tan bakti ring wong-atuha, asampé ring sang pandita. Aja tinut dé sang kawuri, polah sang nata. Mangkana Sang Prebu Ratu, carita inya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kisah penurunan Ratu Sakti diduga dilakukan dengan cara dipaksa. Mengingat, dilihat dari periakunya, suatu hal yang mustahil jika mau dengan ikhlas turun sendiri, sebagaimana dilakukan Dewa Niskala. Pada akhirnya Carita Parahyangan menegaskan, :&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aja tinut de sang kawuri pola sang nata (Janganlah ditiru oleh mereka yang kemudian kelakuan raja ini).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sumber-sumber larangan bagi ketentuan Istri Larangan tersebut berasal, atau di tulis didalam Carita Parahyangan dan Naskah Sanghyang Sika Kandang Karesyan. Didalam naskah Sanghiyang Siksa menyebut para pelanggar itu sebagai orang&amp;nbsp;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pandir yang turun dari&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;alam gaib&lt;/span&gt;,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;tidak menemukan jalan kedewataan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ingin cepat menjelma&lt;/span&gt;. Perbuatan ini di samakan dengan derajat&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;orang yang tidak setia&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;cepat berbu&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;at kejahatan: menyelinap ke rumah perempuan&lt;/span&gt;;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;main serong dengan orang yang terhitung adik atau kakak&lt;/span&gt;;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;merasai wanita yang bukan istrinya&lt;/span&gt;. Menegaskan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kitu urang janma ini. Ha(ng) ger turun ti niskala hanteu ka temu cara dewata, geura-geura dek mangjanma ja ireug ting kahna, hanteu bisa nurut twah nu nyaho. Aya ka pitwah ta nu mo satya, nutan yogya: lumekas mang gawe hala: papanji ngan, bubu nyan, kapiadi, kapilan ceuk. Nya mana wadon nga rasa lalaki lain salakina, tan yogya ngarana. Lalaki ngarasa wadon lain eusi imahna, tan yogya ngarana. Wenang ditibakeun kana kawah si mrega wijaya. Jan ma ngawisesakeun nu salah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; (&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikianlah kita manusia ini. Tetap turun dari alam gaib ti&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dak menemukan jalan kedewataan,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ingin cepat-cepat menjelma karena pandir kelakuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;nya&lt;/span&gt;, &lt;span lang="EN-US"&gt;tidak dapat meniru perbuatan orang yang mengetahui. Malahan yang ditiru itu orang yang tidak setia, yang tidak layak, cepat berbuat kejahatan: menye&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;linap kerumah perempuan, lalu main serong dengan orang yang terhitung adik atau kakak. Lalu perempuan merasai pria yang bukan suaminya, tidak layak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;namanya&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Laki-laki merasai wanita yang bukan istrinya,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;t&lt;span lang="EN-US"&gt;idak layak namanya. Boleh di&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;jerumuskan kedalam neraka simregawijaya&lt;/span&gt;. &lt;span lang="EN-US"&gt;(sebagai) manusia yang mengutamakan per­buatan salah&lt;/span&gt;.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Konsep istri larangan yang berlaku pada masa Karuhun Urang Sunda menunjukan, bahwa dimasa lalu orang Sunda sangat memegang teguh moral dan etika. Hemat penulis, selain perintah agama disebabkan pula pada pertimbangan menjaga hubungan dengan laki-laki yang istrinya dinikahi. Bagi orang Sunda di masa lalu, istri merupakan benteng akhir dari harga diri seorang laki-aki. Negara bisa saja melakukan peperangan hanya karena persoalan istri yang dibawa atau diganggu oleh raja lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kewajaran sikap demikian tentunya bukan hanya mengandalkan rational itas dan pertimbangan politis, sebagaimana yang terjadi dalam kasus Harisbaya. Pada masa itu, talaknya ditukar dengan wilayah Sindangkasih. Sumedang mendapatkan Harisbaya sebagai permaisuri Geusan Ulun, dan Cirebon memiliki wilayah baru, yaitu Sindangkasih. Kewajaran demikian juga mengandalkan pada rasa manusa dan kamunasaannana. Hubungan suami dengan istri; kekasih dengan tunangannya di dalam paradigma apapun dikendalikan oleh rasa, bukan sekedar perjanjian perdata. Yaitu rasa cinta; kasih sayang; saling mengharapkan dan saling memberi harapan untuk hidup bersama, lebih dari sekedar perjanjian sosial atau perhitungan material. Rasa ini akan berbuah baik dan menjadikan ketentraman serta kesentausaan hidup jika segenap warga memahami dengan baik. Namun jika sulit dipahami maka harus diberlakukan suatu hukum, dan menambahkan sanksi agar bisa ditaati. Inilah universali tasnya Budaya Sunda sebagai kearifan dari masa lalu. (asp).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9031596519657987657-2909965547369770352?l=tuturussangrakean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/2909965547369770352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/2909965547369770352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/2011/05/istri-larangan.html' title='Istri Larangan'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-7129127855592238112</id><published>2011-04-13T05:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T04:42:53.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari masa lalu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pikukuh</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh asal kata dari kukuh, dalam kamus bahasa Sunda arti Kukuh adalah : “dibasakeun kana naon-naon nu geus diperuh keun, teu bisa diolempengkeun deui, atawa katetapan”, sama dengan segala sesutu yang telah ditetapkan. Sedangkan Pikukuh adalah :&amp;nbsp; “pituduh nu teu bisa di eluk-elukeun deui; jadi hartina lamun geus dicengkukeun teu bisa dilempengkeun deui”, sama hal nya dengan ketetapan yang tidak bisa dirubah-rubah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jika ditelusuri sumber data Pikukuh yang tersampaikan sam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pai ini berasal dari dua sumber, yakni sumber tertulis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, dimuat dalam prasasti dan naskah kuna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dan lisan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, berasal dari berita secara turun temurun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Pikukuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang menjadi sumber informasi secara tertulis daat ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;banyak beredar di daerah Priangan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; biasanya dimasu kan dalam katagori sastra dan catatan sejarah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sedangkan sum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ber &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;isan banyak digunakan Urang Baduy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh dimasa lalu memiliki sanksi seperti halnya yang ma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sih &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dilakukan oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;masyarakat Baduy. Ada sanksi bagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;para p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;langgar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Pikukuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;digunakan sebagai sumber hukum adat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dan acu an dalam mengenakan sanksi, seperti : “ngadek kudu saclekna- &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nerapkeun hukum ulah kancra kancas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulang cuwet kanu h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;deung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah ponteng kanu koneng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; N&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;amun ciri-ciri dari hukum adat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; pada umumnya, hanya mengenakan sanksi bagi mereka yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;diang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gap mengganggu keseimbangan adat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tertulis (prasasti dan naskah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber pikukuh yang banyak dijadikan rujukan tentang ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;arifan masa lalu urang Sunda berasal dari Prasasti Kawali 2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Sekalipun demikian, pada masa lalu banyak juga yang merujuk kedalam naskah Sanghiyang Siksa dan Sanghiyang Darma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Pikukuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dalam Prasasti 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; sering pula disebut wasiat (wangsit) Prabu Raja Wastu yang dikenal dengan sebutan Wastu Kencana. Prasasti tersebut berisi tentang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;bagaimana &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;penguasa harus bersikap. Nas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kah asli dari prasasti Kawali 2, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Aya ma nu ngeusi bhari pakwan kereta bener pa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;keun nanjeur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;na juritan. (semoga ada mereka yang kemudian mengisi negeri Kawali ini dengan keba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;giaan sambil mebiasakan diri berbuat kesejahte&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;raan sejati agar tetap unggul dalam perang).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prasasti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kawali 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; menjelaskan dan menekankan, bahwa jika para penguasa berbuat kebajikan (pakena gawe rahayu) dan ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;buat kesejahteraan (pakena kereta bener), maka negara akan sentosa dan unggul didalam setiap peperangan, karena memang didukung rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uraian yang di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;maksud tentang kebajikan dan ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sejahteraan sejati diatas berhubungan dengan dokumen yang ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ada dalam Koropak 630, antara lain berisi sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Teguhkeun, pageuhkeun sahinga ning tuhu, pepet byakta warta manah, mana kreta na bwana, mana hayu ikang jagat kena twah ning janma kapahayu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kitu keh, sang pandita pageuh kapanditaanna, kreta;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;sang wiku pageuh di kawikuanna, kreta ; sang ameng pageuh di kaamengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;na, kreta ; sang wasi pageuh dikawalkaanna, kreta ; sang wong tani pageuh di katanianna, kreta ; sang euwah pageuh di kaeuwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;hanna, kreta ; sang gusti pageuh di kagusti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;anna, kreta ; sang mantri pageuh di kamantrianna, kreta ; sang masang pageuh di kamasanganna, kreta ; sang tarahan pageuh di katarahanna, kreta ; sang disi pageuh di kadisianna, kreta; sang rama pageuh di karamaanna, kreta ; sang prebu pageuh di kaprebuanna, kreta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ngun sang pandita kalawan sang dewarata pageuh ngre&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;takeun ing bwana, nya mana kreta lor kidul wetan saka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;sangga dening pretiwi sakakurung dening akasa, pahi manghurip ikang sarwo janma kabeh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;(Teguhkeun, kukuhkan batas-batas kebenaran, penuhkan kenyata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;an niat baik dalam jiwa, maka akan sejahte&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;ralah dunia, maka akan sentosalah jagat ini sebab perbuatan manusia yang penuh kebajikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Demikianlah hendaknya. Bila pendeta teguh dalam tugasnya sebagai pendeta, akan sejakhtera. Bola wiku teguh dalam tugas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;nya sebagai wiku, akan sejakhtera. Bila manguyu teguh dalam tugasnya sebagai akhli gamelan, akan sejakhtera. Bila paliken teguh dalam tugasnya sebagai akhli seni rupa, akan sejahtera. Bila ameng teguh dalam tugasnya sebagai pelayan biara, akan sejakhtera. Bila pendeta teguh dalam tugasnya sebagai pendeta, akan sejakhtera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Bila wasi teguh dalam tugasnya sebagai santi, akan sejakhtera. Bila ebon teguh dalam tugasnya sebagai biara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;wati, akan sejakh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;tera. Bila pendeta teguh dalam tugasnya sebagai pendeta, akan sejakhtera. Demikian pula bila walka teguh dalam tugasnya seba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;gai pertapa yang berpakaian kulit kayu, akan sejahtera. Bila petani teguh dalam tugasnya sebagai petani, akan sejakhtera. Bila pen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;deta teguh dalam tugasnya sebagai pendeta, akan sejakhtera. Bila euwah teguh dalam tugasnya sebagai penunggu ladang, akan sejahtera. Bila gusti teguh dalam tugasnya sebagai pemilik tanah, akan sejahtera. Bila menteri teguh dalam tugasnya sebagai men&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;teri, akan sejahtera. Bila masang teguh dalam tugasnya sebagai pema&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;sang jerat, akan sejaktera. Bila bujangga teguh dalam tugas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;nya sebagai ahli pustaka, akan sejahtera. Bila tarahan teguh da&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;lam tugasnya sebagai penambang penyebrangan, akan sejahtera. Bila disi teguh dalam tugasnya sebagai ahli obat dan tukang peramal, akan sejahtera. Bila rama teguh dalam tugasnya sebagai pengasuh rakyat, akan sejakhtera. Bila raja (prabu) teguh dalam tugasnya sebagai raja, akan sejakhtera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Demikian seharusnya pendeta dan raja harus teguh membina ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;sejahteraan didunia, maka akan sejahtera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;lah di utara barat dan timur, diseluruh hamparan bumi dan seluruh naungan langit, sempurnalah kehidupan seluruh umat manusia). (Eddy S. Ekadjati: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;2001 – naskah Sunda)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;asiat ini mengandung konsep tentang bagaimana manusia harus memiliki laku yang baik dan profesional dibidang keahlian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nya. Tuntunan ini Lebih maju dari praktek kenegaraan sekarang. Saat ini banyak bukan negarawan mengurusi masalah Negara. Para ahli agama banyak yang terjun jadi politikus, banyak politikus jadi pedagang, banyak kaum pedagang jadi penentu kebijakan Ne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gara. Semuanya menyebabkan kerancuan dan menjauhkan bang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sa dari kesentosaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Didalam naskah ini ditulis pula tentang Darma Pitutur dalam bentuk siloka, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 5.4pt; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 177.15pt;" valign="top" width="236"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Talaga carita Hangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;gajendra carita banem &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;matsyanem carita sagarem &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;puspanem   carita bangharem &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 177.25pt;" valign="top" width="236"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;bila ingin tahu tentang telaga ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;tanyalah kepada angsa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;bila ingin tahu tentang hutan ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;tanyalah kepada gajah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;bila ingin tahu tentang laut ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;tanyalah kepada ikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;bila ingin tahu bunga bertanyalah kepada kumbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Naskah yang berisi tentang Pikukuh yang memiliki kemiripan atau hampir sama juga dimuat didalam Amanat Galunggung. Nas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kah ini diyakini sebagai ajaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ang disampaikan Rakeyan Darma&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;siksa. Naskah tersebut antara lain sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nanya Kanu Karolot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mo teoh sabab na agama pun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Na sasana bawa kolot pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prasasti lainnya yang berisi pikukuh ditemukan di Cibadak, disebut Prasasti Cibadak, dibuat oleh Sri Jaya Bupati. Isi naskah yang penulis cuplik dari Buku Rintisan Penulusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat (Jilid 3 Hal 12), antara lain terjemaahannya, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Selamat. Dalam tahun Saka 952 bulan Kartika tanggal 12 bagian terang, hari Hariang, Kaliwon, Ahad, Wuku Tambir. Inilah saat Raja Sunda Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwana mandaleswaranindita Haro Gowar dhana Wikramot&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;tunggadewa, membuat tanda di sebelah timur Sanghi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;yang Tapak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Dibuat oleh Sri Jayabupati Raja Sunda. Dan jangan ada yang melanggar ketentuan ini. Di sungai ini jangan (ada yang) menang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;kap ikan di sebelah sini sungai dalam batas daerah kabuyutan Sanghyang Tapak sebelah hulu sampai batas daerah kabuyutan sanhyang tapak di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;bagian hilir pada dua buah batu besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Untuk tujuan tersebut telah dibuat piagam yang dikukuhkan de&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ngan seruan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; kutuk serta sumpah oleh raja Sunda, antara lain se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;bagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sungguh indah kamu sekalian Hiyang Siwa, Agatsya, timur, selat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;an, barat, utara, tenggara, barat daya, barat laut, timur laut, zenith, nadir, matahri, bulan, bumi, air, angin, sernja, yaksa, raksasa, pisa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;ca (sebangsa peri), sura, garuda, buaya, Yama, Baruna, Kuwera, Besawa dan putera dewata Pancakusika, lembu tungga&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;ngan Siwa, Mahakala, Dewi Durga, Ananta (dewa ular), Surindra, putra Hyang Kalamercu, gana (makhluk setengah dewa), buta (sebang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;sa raksasa), para arwah semoga ikut, menjelma merasuki semua orang, kalian gerakanlah supata, janji, sumpah dan seruan raja Sunda ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prasasti Cibadak menerangkan bahwa Sri Jayabupati telah membuat tapak disebelah timur kabuyutan. Dibagian sungai yang menjadi batas daerah kabuyutan tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;siapa saja&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dilarang me&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nangkap ikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; P&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ada saat itu penduduk disekitar prasasti sangat taat terhadap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dan takut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mendapat hukuman dari kekuatan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gaib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Sama halnya dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ciri masyarakat agraris lainnya, se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;hingga tanpa hukum kerajaan pun mereka akan taat dan mengiku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh yang berhubungan dengan dukungan untuk mem&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;bangun Pendidikan, perlindungan terhadap Kabuyutan sebagai wilayah pelatihan kaum intelektual pada waktu itu, serta masyara&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kat yang mengelolanya, sudah lebih maju ketika masa Sri Baduga (Siliwangi) berkuasa. Dengan demikian, ketentuan negara untuk memberikan subsidi yang lebih besar terhadap sektor pendidikan bukan sesuatu yang baru. Pikukuh ini dituliskan di dalam Prasasti Kabantenan yang dibuat atas perin&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tah langsung Sri Baduga. Saat ini baru ditemukan 4 buah keputusan yang tertera didalam 5 lem&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;peng tembaga. Keputusan tersebut menyangkut masalah penen&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tuan batas Kabuyutan dan pembebasan pajak. Pikukuh tersebut, dalam bahasa seka&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;rang, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prasasti 3 dan 4 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Semoga selamat. Ini tanda peringatan bagi Rahyang niskala Wastu Kancana. Turun kepada Rahyang Ningrat Kancana, maka selanjutnya kepada Susuhunan seka&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;rang di Pakuan Pajajaran. Menitipkan ibu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;kota di Jayagiri dan ibukota di Sunda Sembawa. Semoga ada yang mengurusnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Jangan memberatkannya deng&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;an dasa, calagra, kapas timbang, dan pare dongdang. Maka diperintahkan kepada para petugas muara agar jangan memungut bea. Karena merekalah yang selalu berbakti dan membaktikan diri kepada ajaran agama. Mereka yang teguh mengamalkan hukum-hukum dewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prasasti 5 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ini piagam (dari) yang pindah ke Pajajaran. Memberikan piagam kepada kabuyutan di Sunda Sembawa. Semoga ada yang mengu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;rusnya. Jangan ada yang menghapus atau mengganggunya. Bila ada yang bersikeras menginjaknya daerah Sunda Sembawa aku perintahkan agar di bunuh karena tempat itu daerah kediaman para pendeta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kabuyutan atau D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;wasasana dikelola oleh kelompok wiku, mereka mengurus keagamaan, kesejahteraan raja, negara dan penduduk. Wilayah para wiku di dalam prasasti 1 disebut lemah la&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;rangan, yakni daerah otonom atau semacam perdikan, dikepalai oleh Lurah Kawikwan (Kawikuan). Dalam prasasti 5 ditegaskan pula bahwa siapapun yang memasuki lemah larangan tanpa ijin akan dijatuhi hukuman mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Disekitar lemah larangan terdapat sangga, yaitu penduduk yang mendukung keberadaan dan ngabayuan (menghidupi) Kabu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yutan. Sangga dimaksud dalam prasasti ini di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mungkinkan berada di dalam wilayah Sunda Sembawa dan Jayagiri. Dengan demikian di Jayagiri dan Sunda Sembawa terdapat Lemah Rangan dan Sangga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sri Baduga di dalam prasasti 3 dan 4 memerintahkan agar penduduk di kedua dayeuh ini dibebaskan dari 4 macam pajak, yaitu dasa (pajak tenaga perorangan), calagra (pajak tenaga kolek&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tif), kapas timbang (kapas 10 pikul) upeti dan pare dongdang (padi 1 gotongan). Urutan pajak tersebut didalam kropak 630 adalah dasa, calagra, upeti, dan panggeureus reuma, sedangkan petugas pajak disebut Pangurang. Ketentuan Pajak tersebut sampai saat ini masih berlaku, seperti penarikan restribusi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh yang juga terkait dengan masalah pendidikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;intelektual, dikukuhkan pula oleh Prabu Darmasiksa, kemudian di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kenal sebagai ajaran Sanghiyang Siksa. Pikukuh ini meneguhkan, bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan diwilayah kekua&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;saannya lebih hina ketimbang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; ku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;lit musang yang tercampak di tem&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;pat sampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Demikian cuplikan dari Amanat Galunggung yang dikenal dengan sebutan Amanat Prabu Darmasiksa (Koropak 632). Ama&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nat ini disampaikan&amp;nbsp;oleh&amp;nbsp;Prabu Darmasiksa raja Saunggalah kepa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;da Rajaputra yang kelak meng&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gantikannya di Saunggalah, sebe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lum Prabu Dar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;masiksa pindah ke Pakuan (1187) untuk menjadi raja Sunda yang ke-25. Kemudian diikuti oleh raja-raja penggan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tinya. T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dak heran ketika itu Kabuyutan memiliki peranan yang sa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ngat penting, disebut-sebut sebagai Dangiang Sunda, sehingga banyak raja-raja yang mempertaruhkan harga dirinya jika Kabuyu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tannya diganggu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bagi masyarakat modern, ketentuan tentang per&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;a melindungi sumber-sumber ilmu saat ini merupakan faktor yang sangat penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Carita Parahyangan dan Siksa Kandang Karesyan, menetap&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kan Pik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ukuh&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; tentang Istri yang diharamkan untuk dinika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;i (Ekadjati – 2005 : hal.196)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gadis atau wanita yang telah dilamar dan lamarannya diterima, gadis atau wanita terlarang bagi pria lain untuk meminang dan mengganggu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Wanita yang berasal dari Tanah Jawa, terlarang dikawin oleh pria Sunda dan larangan tersebut dilatar belakangi peristiwa Bubat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ibu tiri yang tidak boleh dinikahi oleh pria yang ayahnya pernah menikahi wanita tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh istri larangan banyak menelan korban keluarga Keraton Sunda di jaman Buhun, yakni Mandiminyak (Galuh) ; Dewa Niskala (Sunda) ; dan Ratu Sakti (Pajajaran) ; mungkin juga Geusa Ulun (Sumedang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;larang). Sank&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;si adat yang mereka terima dikucilkan dari lingkungan sosial, seperti pada kasus Mandimi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang terpaksa harus pindah ke Kalingga, bahkan Sana anak&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nya menjadi tidak efektif sebagai raja Galuh dan menyulut pem&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;berontakan Purbasora. Demikian pula terhadap Dewa Niskala dan Mandiminya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, mereka dipaksa turun dari tahtanya. Tentang Ratu Sakti ditulis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dal&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;am carita Parahyangan, dengan kalimat :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Aja tinut de sang kawuri pola sang nata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Janganlah ditiru oleh mereka yang kemudian kelakuan raja ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh Lisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh Karuhun dan amanat leluhur urang Baduy di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;waris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kan secara turun temurun kepada anak cucunya dan ditaatinya, sehingga sampai saat ini mereka mampu mem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pertahankan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;adat istiadatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, mentaati segala ketentuan yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;amanatkan leluhur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Pikukuh Karuhun tersebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;(Asep Kurnia : 2010), sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Bertapa Bagi kesejahteraan dan keselamatan Pusat Dunia dan Alam Semesta (Ngabarata Pakeun Nusa Telu Puluh Telu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; Bangawan Sawi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;dak Lima, Pancer Sa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;lawe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; Nagara)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ngareksakeun Sasaka Buana (Memelihara Sasaka Buana)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ngasuh Ratu Ngajak Menak (Mengasuh Ratu memelihara menak),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Menghormati Guriang dan Melaknasanakan Muja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; di Sasaka Domas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Melakukan Seba setiap setahun sekali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ngukus Ngawalu Muja Ngalaksa (Menyelenggarakan dan Menghor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;mati Upacara Adat Ngalaksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;7.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mempertahankan dan Menjaga Adat Bulan Kawalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Menurut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Ekadjati (1993) tugas hidup orang Baduy yang sangat perlu untuk dipatuhi warganya secara garis besar terdiri dari enam, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 18.0pt; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Ngareksakeun Sasaka Pusaka Buana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;memelihara   tempat pemujaan di Sasaka Pusaka Buana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Ngareksakeun Sasaka Domas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;memelihara   tempat pemujaan di Sasaka Domas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Ngasuh Ratu ngajak Menak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;mengasuh penguasa dan me-ngemong pembesar   negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Ngabaratakeun Nusa Telu Pu luh Telu, bangawan sawidak   lima, pancer salawe nagara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;mempertapakan nusa 33, sungai 65, dan pusat   25 negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Kalanjakan kapundayan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;berburu dan menangkap ikan untuk keperluan   upacara kawalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.3pt;" valign="top" width="231"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Ngukus ngawalu muja ngala ksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 173.85pt;" valign="top" width="232"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;membakar dupa sewaktu me-muja, melaksanakan   upacara kawalu dan membuat laksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kultur Urang Baduy &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;beranggapan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;hidup harus bersifat sosial, bermurah hati dan berbaik hati. Orang yang memiliki makanan le&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;bih dilarang memperjual belikan kelebihan makanannya dan harus diberikan kepada yang memerlukan, karena makanan adalah ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;butuhan orang banyak. Diantara makanan yang tidak boleh diper&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;jual beli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kan adalah beras, sayur dan buah-buahan. Namun di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lam keyakinan Sunda segala sesuatu mempunyai jiwa dan ada yang memiliki. Sehingga ketika orang ingin memetik sesuatu ma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ka harus terlebih dahulu memintakan ijin. Pikukuh yang terkenal, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-right: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-right-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.55pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 30pt; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mipit kudu amit – ngala kudu menta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mun neukteuk kudu sateukna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mun nilas kuda sa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;plasna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Nu lain di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;keun, nu ulah diulahkeun,   nu enya dienyakeun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah gorok ulah linyok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.6pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 1.75pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Memetik harus permisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;memotong harus pas/menebas   harus setebas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;menetak harus setepatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Yang bukan katakan bukan,   yang dilarang katakan dilarang, yang be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;nar katakan benar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Jangan menipu – jangan   berbohong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Urang sunda diluar Baduy, berlaku pula beberapa Pikukuh dan Pitutur, yang diyakini sebagai nilai hidup orang Sunda, seba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gai transformasi dari nilai-nilai kasunda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;n terhadap urang sunda yang beragama islam. Norma-norma ini dikembangkan oleh H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;san Mustafa (Sambas: 1996)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;sebagai berikut : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;(1). Percaya kepada Tuhan (2) Menyadari asal kejadiannya (3) selalu ingat asal usulnya (4) meyakini bahwa orang tua lebih ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;pengalaman (5) menjunjung tinggi nasehat orang tua (6) mem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;punyai kemampuan menyesuaikan diri (7) mempunyai perhitungan matang (8) rajin berikhtiar (9) Rajin menuntut ilmu agama (10) memper&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;cayai adanya pengaruh hidup seseorang dari keturunan (11) meyakini banyak anak lebih baik dari pada kekayaan melim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;pah (12) mempercayai adanya orang baik menurun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;kan keturunan yang tidak baik (13) bayi didalam kandungan mempengaruhi ibunya (14) Situasi dan kondisi ibu berpengaruh pada bayi (15) perilaku suami yang istrinya menegandung mempengaruhi bayi yang dikandung (16) ada kewajiban orang muda untuk mem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;percayai orang tuanya (17) orang yang suka duduk diambang pintu akan jauh jodohnya (18) larangan keluar atau masuk ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;rumah dengan cara meloncat (19) gadis dilarang ikut makan sirih dengan tamu, karena akan haid ketika malam pengantin (20) dilarang memakan daun sirih yang permukaannya rata karena nanti akan mempunyai anak sulung yang segera meninggal (21) dst .... sampai dengan (68) menganggap bahwa seakan-akan orang yang telah meninggal masih hidup sampai hari ketujuh, karena itu diperlukan upacara untuk menenangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Norma-norma yang dikembangkan memang ada kesamaan, seperti yang terakhir tentang hari ketujuh orang meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Diang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gap bahwa seakan-akan orang yang telah meninggal masih hidup sampai hari ketujuh, karena itu di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;perlukan upacara untuk mene&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nangkannya. Menurut warga Baduy : setelah hari ketujuh warga yang meninggal sudah tidak ada hubungan lagi dengan alam kehi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dupan atau lain-lainnya karena sudah berbeda alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Masyarakat wiwitan menganggap pelaksanaan Pikukuh dan Pitutur dikatagorikan tapa. Pemahaman tapa bukan sebagaimana yang dipahami masyarakat saat ini. Bertapa dimaksud menjalankan tugas manusia sehari-hari atau bekerja. Bagi masyarakat Baduy bertapa jika menjalankan tugas menjaga Mandala. Bagi masyarakat wiwitan warga nagara (diluar mandala), bertapa artinya menjalankan tugas sebagai warga negara. Pikukuh tentang tapa di dokumentasi kan dalam naskah Amanat Galunggung (koropak 632), sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-right: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-right-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.55pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 22.9pt; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Carek na patikrama na urang lanang   lanang-wadwan, iya twah na urang. Gwareng twah gwa reng tapa, maja twah ma ja   tapa ; apana urang ku twah mana beu(ng)har, ku twahna mana waya tapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.6pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: left;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menurut   ajaran patikrama, bagi kita, laki-laki dan wanita, amal itu sama dengan tapa.   Itulah makna amal. Se dang amal, sedanglah tapa. Sempur na amal, sempurnalah   tapa. Kan kita ini karena amal kita dapat menjadi kaya, karena amal pula kita   berhasil dalam tapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: right;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;(Atja &amp;amp; Salehdanasasmita, 1983 : 31, 38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sanksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh berlaku pula sebagai hukum adat. Namun ciri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; hukum adat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;siapapun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mereka yang terkena sanksi adat adalah mereka yang mengganggu keseimbangan adat, seperti melanggar pikukuh atau pitutur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pikukuh diantaranya berisi tentang Kosmologi atau asal usul terjadinya Buana Pancatengah. Dalam keyakinan penganut Sunda Wiwitan terdapat tiga alam, yakni :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Buana Nyungcung, tempat bersemayam Sang Hyang Kere&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sa ; Buana Panca tengah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; alam dimana manusia dan makhluk lainnya hidup ;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Buana Larang, yakni neraka yang berada di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lapisan alam paling bawah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Di Buana Pancatengah terdapat 18 lapisan alam yang tersu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sun. Paling atas bernama Bumi Suci Alam Padang atau Kahyang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;an atau Mandala Hyang tempat bertahtata Nyi Pohaci Sang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang Sri dan Sunan Ambu. Sedangkan dialam yang agak bawah dari Buana Suci Alam Padang terdapat bernama Sasaka Pusaka Bua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;na, yang berdam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pingan dengan Sasaka Domas. Dialam ini Sang Hyang Keresa menurunkan tujuh Batara, yang paling tua di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;beri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nya nama Batara Cikal. Menurut keperca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yaan Urang Baduy Bata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ra Cikal adalah leluhurnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Didalam keyakinannya, Sukma atau roh manusia berasal da&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ri Buana Nyungcung atau Kahyangan. Jika roh manusia telah sele&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sai menjalankan tugas hidup dan kehidupannya di Buana Panca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tengah, maka sukmanya harus kembali ke Kahyangan. Jika suk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ma turunnya dari Kahyangan baik maka kembalinyapun harus ba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ik pula, namun jika sukma tersebut kotor maka kembalinya ke Bua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;na Larang atau neraka. Baik buruknya sukma sangat tergantung kepada amal perbuatan sewaktu berada di Buana Pancatengah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dari ajaran-ajaran yang mereka terima sangat meyakini bah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;wa segala perilaku kehidupan manusia harus dapat dipertanggung jawabkan secara lahiriah maupun bathiniah, baik menyangkut ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;hidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat nanti. Mereka me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yakini apa yang dilakukan baik buruknya akan kembali pada diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nya, dan ada yang menyaksikan, yaitu Gusti nu nyidikeun Allah anu nganyatakeun, Pangeran anu nangtayungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Keyakinan demi kian menjadi spirit penting bagi ditaatinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Pikukuh dan Pitutur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ancaman sanksi terhadap pelanggar Pikukuh cukup berupa ancaman yang bersifat moral, seperti yang termaktub didalam Pra&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sasti Cibadak. Ancaman tersebut seperti seruan agar : para arwah semoga ikut, menjelma merasuki semua orang, kalian gerakanlah supata, janji, sumpah dan seruan raja Sunda ini bagi yang melang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;gar sanksi terhadap Pikukuh ditentukan didalam Prasasti.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ciri-ciri dan rasa takut terhadap adanya kutukan semacam yang dinyatakan didalam Prasasti Cibadak saat ini masih diyakini di kalangan masyarakat Baduy. Mereka sangat takut adanya kutu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kan dari Sang Pencipta dan Guriang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; leluhur mereka serta&amp;nbsp; me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;langgar tatanan hukum adat. Kutukan ini lebih tertuju kepada para pelanggar Pikukuh Karuhun. Kutukan akan terjadi kepada mereka yang melakukan pelanggaran atau melakukan sumpah adat, tetapi ucapan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumpah adat bagi masyarakat adat Baduy diartikan sebagai proses penegakan Hukum (Asep Kurnia : 2010). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;engujian kebe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;naran tersebut dilakukan sebagai langkah terakhir. Namun biasa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nya banyak dilakukan untuk menyelesaikan perselisihan antar war&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ga.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rasa takut terhadap kutukan melebihi rasa takut terhadap hu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kuman mati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;asyarakat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;radisional beranggapan, bahwa huku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;man mati hanya menimpa sipelaku, sedangkan kutukan berakibat terhadap keturunannya yang lain. Paradigma demikian tentunya sangat berbeda dengan kondisi masyarakat yang ada sekarang, umumnya hanya berupaya agar dapat lolos dari hukuman dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Masyarakat Baduy sangat meyakini, bahwa hakim yang paling agung adalah Sang Maha Pencipta yang tidak pernah tidur, tidak buta, dan tidak tuli untuk mengikuti setiap detak dan delik perilaku makhluknya. Keyakinan ini dapat melahirkan kesadaran yang ting gi, bahwa setiap saat tidak lepas dari pengawasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tentang maklumat dan materi sumpah Hukum adat Baduy, tidak perlu dilakukan secara tertulis, melainkan ada niat yang be nar-benar keluar dari dalam hatinya dan di ucapkan secara jelas di depan tetua adat. Materi sumpah dimaksud, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kami menta disaksian ku Guriang Tangtu Tilu Jaro Tujuh: “Aig sumpah, lamun aing bohong, kaluhur ulah pucukan, kahandap aing ulah akaran, gu rulang gorolong karaca endog, lungkay lingkey kacara geureung ditengah bajing cangkilungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah diberean daya upaya ka Gusti anu nyidikeun, ka Allah anu nganya yajeun ka pangeran leuwih uninga anu nangtayungan kasakabeh umat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sakieu sumpah aing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bagi para penegak hukum ada yang dapat kita hayati ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sama, tentang bagaimana harus bersikap dan menjalankan keadil&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;an. Adapun Pikukuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; sebagaimana dituangkan dalam Sanghiyang Siksa Kanda Ng Karesyan mengenai Pancagati (lima keadilan asa li), yakni &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;agar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;manusia &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tidak sengsara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, maka j&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;angan hianat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; jang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;an culas, jangan menghianati diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, seperti &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang ada dikata&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kan bukan, yang bukan dikatakan benar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hal tersebut dianggap &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nuh dengan muslihat. Perbuatan memitnah, menyakiti hati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Pikukuh tersebut saat ini masih menjadi tuntunan moral ma syarakat Baduy. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Cuplikan dari Pikukuh masyarakat, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nerapkeun hukum ulah kancra kancas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulang cuwet kanu hideung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah ponteng kanu koneng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah ngilik kanu putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah neuleu tandingan nenjo paroman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah pandang bulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hukum ulah geleng catang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ulah hukum piraus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hukum aya kalana perlu ditegaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hukum aya kalana perlu ditindakeun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hukum oge aya kalana perlu dibijaksanakeun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mun hukum kancra kancas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Matak romed cerewed&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pasini euweuh sisian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Padea euweuh hadena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tunggul nyarug cohcor mantog&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Badak galah jelema nyarak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Datang nu bogana reas. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9031596519657987657-7129127855592238112?l=tuturussangrakean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/7129127855592238112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/7129127855592238112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/2011/04/pikukuh.html' title='Pikukuh'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-601688766905583310</id><published>2011-04-12T02:33:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T23:37:06.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jangjawokan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Orang Sunda Tradisional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penganut ageman Sunda Wiwitan, atau Jati Sunda &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mengenali istilah jangjawokan yang biasa digunakan ketika menyepah (nyeupah), diucapkan dengan lirih seakan berbisik atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ada juga yang mengucapkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam hati. Jangjawokan digunakan pula pada setiap laku lampah, bahkan menjadi tertib hidup dalam melakukan kegiatan seha&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ri-hari, seperti pada saat bergaul, bekerja, dan berdoa. Laku demikian sangat lumrah bagi urang Sunda Tradisional yang tergolong kedalam masyarakat agraris, sedangkan ciri dari masyarakat agraris selalu menjaga harmonisasi dengan alam dan lingkungannya. Konon pula seluruh nu kumelendang di alam dunya dianggap memiliki jiwa, maka jika mipit kudu amit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ngala kudu bebeja (memetik dan mengambil harus me&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;minta ijin).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Para Sastrawan Sunda seperti Wahyu Wibisana, Rus Rusyana dan Ajip Rosidi menggolongkan Jangjawokan keda&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;lam kelompok bentuk puisi sunda. Yus Rusyana menuangkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ke &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam buku Bagbagan Puisi Mantra Sunda (1970). Tentunya lepas dari benar atau salah tentang pemahaman ma&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sing-masing sastrawan tersebut terhadap jangjawokan, namun dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; cara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mengkatagorikan kedalam&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; cabang dari puisi, paling tidak dapat terkabarkan ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pada &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;generasi berikutnya bahwa Urang Sunda pernah memiliki suatu produk budaya yang disebut Jangjawokan. Strategi penyampaian demikian&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;lah sama halnya ketika menyelipkan adat dan tradisi Sunda kedalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;paradigma baru, dalam istilah jawa disebut ngerang kepi, sehingga adat dan tradisi Sunda masih terkabarkan sam pai dengan saat ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Wahyu Wibisana : jangjawokan sejalan dengan maksud puisi magis yang dikemukakan Yus Rusyana, mung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kin senada dengan pendapat Rachmat Subagya didalam buku tentang “Agama Asli&amp;nbsp;Indonesia”. Dengan mantra orang ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;angsur-angsur memulangkan kuasa-kuasa imajiner yang di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;anggap melanggar atas wewenangnya yang imajiner kepada tempat asal wajar mereka yang imajiner juga. Pengertian ima&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jiner berpusat pada pemikiran yang berhubungan dengan makhluk gaib&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mempunyai kekuasaan, kewenangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ser ta &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;berada di tempat tertentu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Maka dengan cara tertentu, seperti membacakan mantra dan ritual,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; kekuasaan dan kewe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nangan makhluk gaib itu dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Cara t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ertib dan krama hidup urang sunda di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;temukan pula&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; di dalam kegiatan lainnya, seperti pada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; cara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pengelolaan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;padi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;angjawokannya digunakan sejak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; menebar benih (ne bar); menanam padi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; (tandur), ngaseuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; (ngolah tanah)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, pa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nen nyiuk beas, nyangu (menanak nasi), membawa beras &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dari tempat mencucinya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ngisikan (mencuci beras)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Contoh jangjawokan yang digunakan dalam mengelola beras, seperti menyimpan beras dan mencuci beras :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mangga Nyi Pohaci/Nyimas Alame/Nyimas Mulang/ Geura ngalih ka gedong manik ratna inten/Abdi ngiring&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;an. Ashadu sahadat panata, panetep gama / Iku kang jumeneng lohelapi/Kang ana teleking ati/Kang ana lojering Allah/Kang ana madep maring Allah/Iku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;wuju salamaet ing dunya/Salamet ing akherat. Asaha&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;du anla ila haileloh/ Wa ashadu anna Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;darrasolullah. Abdi seja babakti kanu sakti, agung tapa/Nyanggakeun sangu putih sapulukan/Kukus kuning purba herang/ Tuduh kang seseda tuhu/Datang ka sang seda herang / Tepi ka kang seda sakti/Nu sakti neda kasakten / Neda deugdeugan tanjeuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Jampe Ngisikan (mencuci beras) : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mangga Nyimas Alene/Nyimas Maulene/Geura siram dibanyu mu’min/Di Talaga Kalkaosar/Abdi ngiringan Nyi Pohaci Budugul Wulung/Ulang jail babawaan kaula / Heug. Nyi Pohaci Barengan Jati / Ulah jail kaniaya / Ka Nyi Pohaci Sukma Jati / heug&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Istilah Jangjawokan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wahyu Wibisana dalam buku Sastra Lagu : Mencari Hubungan Larik dan Lirik menjelaskan, bahwa : “Dua buah bentuk puisi sunda yang dapat dikatakan bersifat arkais ialah ajimantra dan bentuk puisi pada cerita pantun. Istilah ajimantra diambil dari naskah kuno &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sanghiyang &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siksa Kanda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; N&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;g Kares&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yan. Sedangkan puisi pada pantun ada sejak tahun 1518, sama artinya dengan istilah mantra sekarang. Puisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;didalam&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; cerita pantun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nampak dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;rajah dan nataan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangjawokan suatu arti kata lain dari ajimantra. Istilah ajimantra digunakan dalam Naskah Siksa Kanda Ng Kares&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yan, ditulis pada tahun 1518 M. Tapi penggun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;an istilah Jangjawokan tidak diketahui sejak kapan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, karena &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Urang Sunda Tradisional lebih banyak menggunakan istilah Jangjawokan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dan ajian maka istilah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ajimantra&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; agak kurang dikenal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penggunaan istilah ajimantra (sanksekerta) untuk&amp;nbsp; &amp;nbsp;jangjawokan dimungkin sebagai adaptasi bahasa yang menggunakan persamaan kata (eufimisme). I&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;stilah Aji di dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan yang menyebabkan seseorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sakti, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kata mantra &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ditafsirkan sebagai perkataan yang mendatangkan kekuatan gaib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; ; atau s&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;usunan kata berunsur puisi (spt rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ajip Rosidi lebih menekankan pada istilah Jangjawokan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dibandingkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menggunakan kalimat ajimantra&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. D&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;engan alasan : Istilah ajimantra berasal dari&amp;nbsp;India&amp;nbsp;dan dalam bahasa Sunda tidak pernah digunakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Ajip Rosisi, d&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ilihat dari segi isinya, Jangjawokan dilaksanakan oleh nu gaib, dalam arti makhluk gaib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adaptasi bahasa atau keyakinan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemahaman &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;orang Sunda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;radisional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tentang konsep Nu Gaib&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dapat ditelusuri melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;perkembangan sejarah keyakinan. Nama-nama Nu gaib dimaksud dapat ditelusuri dalam naskah Kosmologi Sunda (Kropak 420) dan Jatiraga. Nama-nama Nu Gaib bukan hanya istilah-istilah Dewata, seperti Brahma, Wisnu, Siwa dan Mahadewa, namun ditemukan pula nama-nama Nu Gaib yang asli penemuan Ki Sunda, seperti Pohaci, Sunan Ambu dan Wirumananggay.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Menurut Ekadjati (2005 : 176), pada awalnya masyarakat di tanah Sunda sudah mengenal yang gaib sebagai jiwa atau arwah leluhur, yang dapat memancarkan kekuatan gaib. Untuk mencegah pancaran kekuatan gaib yang bersifat buruk maka dilakukan ritual-ritual penghormatan, atau ritual-ritual khusus yang dipersembahkan untuk leluhurnya. Ritualitasnya sangat tergantung kepada masing-masing yang individu, bahkan sampai sulit untuk mengetahui tatacaranya. Pada periode selanjutnya di Pasundan bersentuhan pula dengan budaya dari India, yang membawa agama Hindu dan Buda. Di dalam naskah Wangsakerta dan buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat (1983-1984) disebutkan bahwa agama Hindu dan Buda berkembang di keraton Tatar Sunda, sedang masyarakat atau rakyat pada umumnya biasa masih tetap yang menganut ageman dari nenek moyangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Didalam keyakinannya agama Hindu dan Buda mengenal pula adanya istilah yang Gaib lainnya, yakni Dewa yang bukan berasal dari rokh (arwah) nenek moyang. Dewa-dewa tersebut mempunyai cara hidup dan tempat tersendiri diluar kehidupan manusia, yakni nirwana atau sorga. Dewa-dewa dalam agama Hindu jumlahnya memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Dari sorga dewa-dewa tersebut mengatur dan mengawasi kehidupan manusia. Pada masa kerajaan Sunda dan Galuh para pemuka agama (pendeta, resi, wiku) melakukan pencarian dengan menggunakan referensi dari keyakinan menurut ajaran leluhurnya serta dari Hindu dan Budha, disamping pengamatan, pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Pada masa selanjutnya ditemukan konsep Tuhan yang dinamakan Hiyang. Istilah Hiyang disebut juga Sanghiyang, memiliki makna yang sama, yaitu Yang Gaib. Konsep Hiyang, Sanghiyang, Sang Hiyang, berpangkal dari makna dan proses terbentuknya rokh dalam kepercayaan leluhur, namun bukan berasal dari jiwa manusia sebagaimana arwah atau roh. Hiyang terbentuk dengan sendirinya, keberadaannya gaib dan Tunggal, tidak jamak dan menguasai seluruh alam. Sifat Hiyang tercermin dari nama-nama yang diberikan kepadanya, yaitu Batara Seda Niskala (Yang Gaib), Batara Tunggal (Yang Esa), Batara Jagat (Yang Menguasai Alam), Sang Hiyang Keresa (Yang Kuasa), Nu Ngersakeun (Yang Berkehendak), dan Batara Guru (Yang Maha Tahu), bahkan istilah Batara didalam istilah Batara Tunggal dianggap adaptasi bahasa dari Hiyang Tunggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Penemuan konsep Hiyang tidak serta merta menghilangkan fungsi dari dewa-dewa lainnya, namun tetap ada dan ditempatkan di bawah Hiyang. Tempat Hiyang berada di Parahyangan atau di luar dunia. Parahyangan memiliki ruang yang digambarkan yang bertingkat tingkat. Tingkat paling bawah di huni oleh para Dewa (Brahma, Wisnu, Siwa, Isora, Mahadewa). Diatasnya ditempati Dewa dalam konsep Sunda, seperti Sari Dewata dan Ni Dang Larang Nawati. Diatasnya lagi dihuni oleh Dewi Sri (Pwa Sang-hiyang Sri), Dewi Bumi (Pwa Naga Nagini), Dewa Bulan (Pwa Na-ga Nagini). Ditempat yang paling atas sekali, bersemayam Sang Hiyang Keresa, tempat yang lepas dari semua ikatan, dan hidup dalam keabadian, atau Jatiniskala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Dari kesejarahan tersebut memang nampak adanya Nu Gaib dengan Yang Maha Gaib. Istilah Nu Gaib dimungkin disebutkan untuk dewa-dewa dalam dalam konsep Sunda, seperti Sari Dewata dan Ni Dang Larang Nawati ; Dewi Sri (Pwa Sanghiyang Sri) ; Dewi Bumi (Pwa Naga Nagini) ; Dewa Bulan (Pwa Naga Nagini), disamping dewa-dewa yang mengadopsi dari agama Hindu, seperti Brahma ; Wisnu ; Siwa ; Isora ; dan Mahadewa. Sedangkan Yang Maha Gaib disebutkan kepada Sang Hiyang Keresa atau Sang Hiyang Tunggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Disisi lain, pemahaman istilah nu gaib tidak selamanya berkonotasi makhluk gaib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; yang berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;seperti arwah leluhur. Akan tetapi ada juga semacam cara membangkitkan spiritulitas dalam diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; manusa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, seperti paradigma tentang raga ; bathin dan kuring. Negasi terhadap paradigma diatas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dapat &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dicontohkan dari salah satu Jangjawokan, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Indung nu ngandung/Ka Rama nu ngayuga/Ka Indung nu teu ngandung/Ka Rama nu ngayuga/ Kadulur opat kalima pancer/&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pangnepikeun ieu hate/ Ka Indungna anu nagnadung/Ka Ramana anu ngayuga/Ka Indungna nu teu ngandung/Ka Ramana nu ngayuga/Kadulur opat kalima pancer / Kalawan kanu ngurus jeung ngaluis si …. (anu) …… dst&amp;nbsp; dst&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari Jangjawokan diatas tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nampak &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;adanya eksistensi nu gaib dari luar dirinya. Kecuali jika kalimatul indung nu ngandung dan nu teu ngandung ; bapak nu nungayuga kalawan nu teu nga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yuga ; dulur opat kalima pancer dianggap makhluk gaib ?. Padahal istilah ini di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yakini terkait dengan sejarah diri. Sejarah dimana saat ini dia ada kumelendag (berada) di alam dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Penggunaan Jangjawokan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; kasus lain &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;penggunaan Jangjawokan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bisa jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bertujuan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;untuk memperkuat bathin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; yang membacakannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, atau semacam ada perintah ingsun kepada bathinnya untuk berkomunikasi dengan ingsun orang lain. Jika saja yang di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;aksud dalam kandungan jangjawokan sama dengan yang dimaksud dalam Pantun Sunda, mengingat keduanya juga dikatag&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;or&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ikan sebagai puisi arkais, hemat saya dapat pula diperbandingkan dengan referensi dari Buku Jakob Sumardjo tentang ‘Khasanah Pantun Sunda’, terutama tentang ‘arkeologi pem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kiran’ Urang Sunda Buhun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Salah satunya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Trias Politik Sunda. Tanpa pemahaman yang jelas niscaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Sunda akan kehilangan sejarah pemikirannya yang hakiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Signal dari paradigma dan muara permohonan bisa pula dikaitkan dengan strata atau hirarkhi pengabdian. Misalnya Wado tunduk kepada Mantri ; Mantri tunduk kepada nangganan ; nangga&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nan tunduk kepada mangkubumi ; mangkubumi, tunduk kepada ratu ; ratu tunduk kepada dewata ; dewata tunduk kepada Hyang. Dengan demikian Hyanglah yang tertinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam perkembangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;selanjutnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ditemukan ada sebutan Allah kepada yang dimohonkan. Urang sunda biasanya membaca dengan Alloh. Konsonan “O” nya sangat kental – khas. Menurut beberapa sumber ada jangjawokan dari Urang Baduy yang menggunakan istilah yang digunakan para pemeluk agama islam, seperti didalam Sawer Panganten dan Sadat Islam. Padahal Urang Baduy memeluk agama Sunda Wiwitan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, atau Jati Sunda&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adapun contoh dari Sawer Panganten Baduy dan sadat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Islam dimaksud, sebagaimana dibawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bismillahirohmanirohim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Panggpunten&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;kasadaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kau nu tua ka nu anom,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sumawon kanu sepuh mah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kaula bade nyembahkeun,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Nyipanganten sareng ki panganten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Sadat Islam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sadat Islam aya dua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ngislamkeun badan kalawan nyawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Dat hirup tangkal iman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ngimankeun badan sakujur,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;udang subuh banyu wulu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Parentah Kangjeng Gusti,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nabi Adam pangyampurna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;keun badan awaking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sir suci&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sir adam/Sir Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Muhammad Jaka lalana,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Nu aya di saluhuring alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Istilah dalam jangjawokan yang banyak disebut-sebut urang sunda Buhun, seperti Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adam dan Muhammad tentunya tidak bisa dilepaskan dari paradigma tentang Dzat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Sifat dan Manusia itu sendiri. Bisa ada pengaruh dari agama Islam seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;arekat ‘Nahdlatul Arifin’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; yang mengajarkan, bahwa : jika manusia ingin mengenal Allah yang sebenar-benarnya, maka seseorang harus mengetahui rahasia alif lam mim, yaitu Allah–Muhammad – Adam.&amp;nbsp; Mungkin juga menandakan adanya unsur kesatuan yang hakiki antara raga, bathin dan kuringna manusa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Contoh lain dapat ditemukan pula dalam do’a untuk belajar, bertujuan agar dicerahkan pikiran pemohonnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Allahuma hujud bungbang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu hurung dina jajantung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu ruhay&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;dina kalilipa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Remet&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;meteng dina angen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;bray &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;padang&amp;nbsp;….. Alllah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pangmukakeun kareremet nu aya didiri kula&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bray&amp;nbsp;padang,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Brya caang,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Caang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;na salalawas&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;na&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Lawasna Saumur kula.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah waktu yang cukup lama kemudian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;coba &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;men&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;elusuri dari mana asal jangjawokan itu, dan bagaimana pula bahasa aslinya. Pada akhirnya menemukan dari salah satu sumber, konon dahulunya berisi, demikian :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Hujud bungbang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu hurung dina jajantung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu ruhay dina kalilipa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Remet meteng dina angen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bray&amp;nbsp;padang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pangmukakeun kareremet nu aya didiri kula&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bray pa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;dang,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Br&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;y caang,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Caangna salalawasna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Lawasna Saumur kula.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Abdul Rojak men&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yebutkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, Orang Kanekes Baduy Dalam (Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo) juga mengenal istilah Saha&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dat, yang disebut Sahadat Sunda, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Asyhadu syahadat Sunda, zama alloh ngan sorangan. Kaduana Gusti Rasul, katilu Nabi Muhammad, Kaopat umat Muhammad. Nu cicing di bumi angari&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;cing. Nu Calik dina alam keueung. Ngacacang di alam mokaha. Salamet umat Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(Asyhadu Syahadat Sunda, Zama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; allah hanya satu. Kedua para Rasul. Ketiga Nabi Muhammad. Keempat umat Muhammad. Yang tinggal di Bumi yang ramai. Yang duduk di alam takut. Menjelajah alam nafsu. Selamat umat Muhammad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Perbedaan antara Sahadat di dalam agama Islam dengan Sahadat Buhun diakui pula oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;masyarakat Baduy, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seperti keterangan Ayah Mursid,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; tokoh masyarakat Cibeo :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sahadat menurut ajaran Sunda Wiwitan diartikan sebagai rangkai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;an kalimat berisi do’a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;do’a atau jampe-jampe yang disampaikan kepada Sang Pencipta Alam sesuai dengan kebutuhan, kegiatan atau masalah yang dihadapi, dan diucapkan tidak sembarangan ada kramanya” (Saatnya Baduy Bicara, Hal. 90,&amp;nbsp; Asep Kurnia dkk – 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ika dikaji lebih jauh, mungkin akan ditemukan adanya transformasi ageman, yang semula menggunakan simbol-simbol&amp;nbsp; dan bahasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;gama Sunda Wiwitan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;atau menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bahasa yang di gunakan di dalam agama Islam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, namun tidak merubah substansi dari tujuannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika saja asal Jangjawokan yang kedua diatas diyakini bersumber dari jangjawokan yang pertama dan tidak di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;temukan kalimat Allah, namun dalam bentuk Jangjawokan dibawah pun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tidak &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;unsur yang memintakan kepada makhluk gaib dalam arti diluar (kekuatan) dirinya. Mungkin pencantuman kalimat Tauhid didalam jangjawokan dikembangkan oleh urang sunda berikutnya, bertujuan memintakan legitimasi dan ijin dari yang Maha Gaib, yakni Tuhan. Hal ini menunjukan adanya adaptasi dan penguatan permohonan kepada Tuhan. Ada benarnya jika urang tua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;mengemukakan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, bahwa : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“antara Gusti jeung makhlukna euweuh watesna, leuwih deukeut jeung naon wae, malah masih jauh antara hate jeung urat beuheungna” (antara Allah dan makhluknya tidak ada batasnya, lebih dekat dari apa saja, malahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;masih &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;jauh jarak antara hati manusia dengan urat leher).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Ciri-ciri Jangjawokan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangjawokan didalam koridor sastra puisi arkais didefinisikan, sebagai : permintaan atau perintah agar keinginan (orang yang menggunakan jangjawokan) dilaksanakan oleh nu gaib &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam pengertian &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;makhluk gaib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. S&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ebatas ini mudah dipahami, yakni para pengguna jangjawokan menggunakan makhluk gaib untuk mencapai keinginannya. Namun tidak dapat dipungkiri jika ditemukan pula jangjawokan yang menggunakan bacaan sebagaimana lajimnya di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;gunakan oleh urang sunda yang beragama islam (lihat Sadat Buhun), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dikatagorikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sebagai &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;do’a. Hanya saja menjadi membuahkan pertanyaan, apakah jangjawokan itu bukan do’a ?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemilahan jangjawokan dengan do’a dimungkinkan terjadi jika jangjawokan dikatagorikan sebagai bagian dari puisi sunda (arkais), serta dibahas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dengan menggunakan Indikator &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam kacamata sastra. Namun boleh saja jika jangjawokan dilihat dari kacamata lainnya. Karena ketika masyarakat Sunda Tradisional mengucapkan jangjawokan tentu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya tidak ditujukan untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;membaca puisi, melainkan memohon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Jangjawokan diyakini memiliki kekuatan magis. Kemungkinan kekuatan dari kandungan magis yang dirasakan nyaman menyebabkan jangjawokan ditularkan secara turun temurun. Jangjawokan tidak mungkin bisa bertahan dan terkabarkan hingga sekarang jika tidak dirasakan manfaatnya dan diyakini kekuatannya. Yang jelas ada harmoni manusia dengan alamnya ketika jangjawokan itu dibacakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Peran jangjawokan bisa diasumsikan keberadaanya s&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ebelum kemudian diserahkan kepada para penyembuh modern, seperti dokter ; psikolog ; atau profesi apapun yang terkait dengan masalah penyembuhan fisik dan psikis. Jangjawokan digunakan pula dalam keseharian, sebagai bagian dari tertib hidup, seperti pada kegiatan sebelum buang air dan kegiatan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangjawokan dalam jenis ini bisa ditemukan dalam Jampe Kahampangan (Jampi hendak buang air kecil) ; Jampe Kabeuratan (hendak buang air besar) ; Jampe Neda (Jampi sebelum makan) ; Jampe Masamon (Jampi bertamu) dll. Konon kabar, kekuatan dari magisnya terletak pada kebersihan hati sipelafalnya dan kesungguhan bagi para penggunannya. Namun saya tidak bisa terlalu jauh masuk untuk mengetahui pengaruhnya, biarlah merupakan bagian dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;para akhli&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wahyu Wibisana, mengkatagorikan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ajimantra (Jangjawokan) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;merupakan sastra arkais yang pernah muncul kemudian setelah sastra sunda kuno.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Sama halnya dengan yang dimuat dalam kamus bahasa Indonesia, yakni susunan kata berunsur puisi (s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;eperti &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Dikatakan ’pernah digunakan’ dan ’pernah muncul’, karena memang saat ini kebanyakan orang sunda sudah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;banyak yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tidak menggunakan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, selain sudah jarang diketahui, juga dimungkinkan karena tidak dikenal didalam ageman barunya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Hanya saja, sebagai karya sastra (yang umumnya berbentuk lisan) tetap merupakan genre tersendiri dalam sastra Sunda seperti juga pada sastra daerah lainnya di Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari pernyataan diatas, saya yakin masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ada &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;masyarakat Sunda yang menggunakan jangjawokan. Kitapun lantas tidak bisa menafsirkan masyarakat pengguna jangjawokan sebagai masyarakat ketinggalan jaman, karena realitasnya masih nyaman untuk digunakan. Dengan dimasukannya ajimantra sebagai bagian dari puisi maka masih bisa ditelusuri dan terkabarkan beritanya kepada generasi berikutnya. Setidak-tidaknya katagorisasi ini dapat menyelamatkan jangjawokan sebagai asset budaya bangsa, sekalipun hanya dinikmati sebagai karya seni, tidak pada unsur magisnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangjawokan menurut Wahyu Wibisana memiliki ciri-ciri&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; khu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sus.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Ciri-ciri &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang dimaksudkan Wahyu &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tentunya dilihat dari kata&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;gori Jangjawokan sebagai bagian dari puisi arkais sunda. Jadi wajar jika ada tekanan tujuan dari materi jangjawokan ; gaya sastra dan gaya bahasa ; rima-rima ; dan kelahirannya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam pemahaman tentang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sastra sunda.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adapun ciri-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;iri Jangjawokan, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menyebutkan nama kuasa imajiner, seperti : Pohaci Sanghiyang Asri, Batara, Batari dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam kalimat atau frase yang menyatakan si pengucap jan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;g &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jawokan berada pada posisi yang lebih kuat, otomatis berhadapan dengan pihak yang lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;berhubungan dengan konsvensi puisi, merupakan kelanjutan dari&amp;nbsp;gaya&amp;nbsp;Sastra Sunda Buhun dan cerita Pantun, yakni ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya desakan atau perintah, disamping himbauan, tegasnya bersifat imperative dan persuasif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;masih berhubungan dengan konvensi puisi, adanya rima-rima dalam jangjawokan. Rima-rima dimaksud memiliki fungsi estetis ; membangun irama ; fungsi magis;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;fungsi membuat ingatan orang yang mengucapkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;adanya lintas kode bahasa pada ajimantra yang hidup di Priangan dan Baduy. Bahasa jangjawokan tersebut diserap seutuhnya atau disesuaikan dengan lidah pengucapnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;terkesan sebagai sastra arkais yang pernah muncul kemudian setelah sastra sunda.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penyebutan Kuasa Imajiner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pengertian imajiner berpusat pada pemikiran yang berhubungan dengan makhluk gaib yang dianggap mempunyai kekuasaan dan kewenangan dan berada di tempat tertentu. Pada tataran keyakinan dan kepercayaan bahwa dengan cara tertentu, kekuasaan dan kewenangan makhluk gaib itu dapat dimanfaatkan manusia untuk tujuan-tujuan yang dikehendaki, sebagaimana dalam Jangjawokan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Nama-nama kuasa imajiner&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, seperti Nu Gaib dan Nu Maha Gaib, sebagaimana diuraikan diatas,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; tentunya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ada juga yang menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;istilah-istilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;lainnya, s&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;eperti Pohaci Sanghyang Asri ; Batara dan Batari ; Sri Tunggal Sampurna ; Malaikat Incer Putih ; Raden Angga Keling ; Sang Ratu Babut Buana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Contoh-contoh penyebutan kuasa &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;imajiner tersebut, seperti di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jampe Masamoan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu ngariung jiga lutung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;/Nu ngarendeng jiga monyet/ Nya aing mandahna ! Maung pundung datang turu/ Badak galak datang depa/Galudra di tengah imah Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jampe masamoan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(berkunjung) &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;diatas bertujuan agar memiliki kekuatan yang tersinari pohaci yang ada didalam dirinya. Bahkan ada semacam perintah bathin kepada &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bathin &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;siapapun yang ada ditempat pasamoan tersebut untuk tunduk dan menerima ke&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;hadirannya. Mungkin juga dapat ditafsirkan adanya perintah bathin orang yang hendak bertamu kepada bathin pihak&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nu di&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pasamoan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Contoh perintah bathin &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;seperti diatas &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dapat dilihat dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jangjawokan tentang A&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sihan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(penarik)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; seperti dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Indung anu ngandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Rama anu ngayuga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Indung nu teu ngandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Rama anu teu ngayuga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;kadu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;lur opat kalima pancer&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pang nepikeun ieu hate&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Indung na anu ngandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Rama na anu ngayuga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Indung na nu teu/ngandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ka Rama anu teu ngayuga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kadulur na opat kalima pancer&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kalawan kanu ngurus ngaluis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;hirup jeung huripna.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (sianu)...../ Pamugi sing ....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dari j&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;angjawokan diatas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ditemukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ada perintah bathin (rasa) dari pembaca jangjawokan kepada bathin (rasa) orang yang dituju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; untuk melaksanakan apa yang dikehendakinya. Perintah dan urusan koridor bathin ini sangat nampak ketika pemohon memerintahkan bathinnya untuk menyampaikan kepada bathin tujuannya. Seperti ada eksistensi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; bathin ibu yang mengandung maupun yang tidak mengandung serta ayah yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melindungi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang tidak melindungi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Kemudian disebut pula eksistensi dari saudara yang empat dan pancernya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tentang empat dan pacernya ini ada wawacan yang menjelaskan maksudnya, sebagaimana dibawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Coba riksa anu opat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;nu jadi bakal manusa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;bumi, geni, banyu jeung angin.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bumi metukeun cahaya hideung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u nyata jadi pangucap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Geni metukeun cahaya beureum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u nyata jadi panguping&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. A&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;ngin metukeun cahaya koneng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;nyata &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;jadi pangangseu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Banyu metu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;keun cahaya bodas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u nyata jadi paningal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu metukeun cahaya hideung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;tina bumi malaikat sawiah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. N&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u metu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;keun cahaya beureum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;tina geni malaikat tamarah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. N&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;u metukeun cahaya koneng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;tina angin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;a malaikat mutmainah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;nu metukeun cahaya bodas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;tina banyu malaikat loamah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;. A&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;nu opat ngalebur ngajadi hiji&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;ngajadi papancer ning manusa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam konteks yang sama ditemukan pula istilah spiritual yang lajim digunakan penganut agama islam. Sehingga kuasa imajiner jika ditafsirkan yang gaib atau makhluk terasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kurang pas&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jampe Unggah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ashadu sahadat bumi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ma ayu malebetan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bumi rangsak tanpa werat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Lan tatapakan ing Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Birahmatika ya arohmana rohomin&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jampe Turun&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Allohuma ibu bumi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Medal tapak tatapakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Turun wawa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;yang ing Muhamad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Birahmatika ya arohma rohimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika saja ditelaah lebih lanjut dari kedua jangjawokan terakhir, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kiranya &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;menjadi maklum, bahwa permohonan bathin kepada sesuatu ”Yang Gaib” dimintakan ijin terlebih dahulu kepada ”Yang Maha Gaib”, atau dapat juga disimpulkan bahwa atas kehendak yang Maha Gaib maka Yang Gaib diperintahkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mungkin lebih bijak jika mendefini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sikan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; jangjawokan dengan cara menggunakan paradigma dari para penggunanya, yakni masyarakat Sunda &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tradisional&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;etika mengkaji dan menemukan sejarah diri akan terungkap ada tiga unsur yang menyebabkan manusa hirup jeung hurip, yakni unsur lahir (raga) ; bathin (hidup) dan kuring (aku). Kuring atau aku bertindak sebagai driver bagi lahir dan bathin, bagi raga jeung hirupna. Aku pula yang memanaje raga dan bathin.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari paradigma tersebut tentunya dapat disimpulkan, bahwa nu gaib itu bukan sesosok makhluk yang ada diluar dirinya, melainkan nu ngancik dina dirina.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika ada sanggahan masalah spiritualnya, paradigma yang bisa digunakan tentang pemahaman kesalehan urang Sunda Buhun adalah : Manggihkeun hyang tanpa balik kadewa (kembali kepada Dzat asalnya bukan kepa da Dewa). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pemberi perintah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Para pengguna &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jangjawokan bertindak sebagai pemberi perintah bathin, paling tidak sebagai pihak yang menginginkan sesuatu. Oleh para sastrawan diposisikan sebagai pihak yang lebih kuat terhadap penerima perintah. Misalnya didalam jampe masamoan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu ngariung jiga lutung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nu ngarendeng jiga monyet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nya aing mandahna …….&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;kakeureut ka sieup ku pohaci awaking, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;atau :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Curuk aing curuk angkuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bisa ngangkuh putra ratu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;…… &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;mangka reret soreang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;soreang ka badan awaking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sipemberi perintah hemat saya tidak selamanya memposisikan diri sebagai pihak yang lebih kuat, karena ada juga kecenderungan kalimat yang dapat ditafsirkan sebagai permohonan atau himbauan, bukan perintah. Jika diperhadapkan dengan yang kuat dan yang lemah, maka sangat tepat jika ia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;disebutkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sebagai pihak yang lebih rendah dan sedang memohon sesuatu untuk dikabulkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Suatu hal yang sering terlupakan dalah sifat Ki Sunda yang senantiasa menjaga harmoni, sebagaimana layaknya masyarakat agraris senantiasa menjaga harmoni dengan alam, sehingga antara alam dengan dirinya tidak ada batasnya. Inilah yang disebutkan budayawan lainnya sebagai puncak mitis spiritualitas, yang tidak dapat dimiliki semua manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tipe jangjawokan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang ada kaitannya dengan menjaga harmoni alam &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dimaksud sebagaimana yang ditemukan di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam jampe nyimpen beas (menaruh beras)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mangga Nyi Pohaci&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Nyimas Alane Nyimas Mulane&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Geura ngalih ka gedong manik ratna inten&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Abdi ngiringan&amp;nbsp;dst. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;alimat tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;jauh dari unsur memerintah, namun menaruh harapan besar untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dilakukan, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;sehingga lebih tepat jika dikatagorikan membujuk untuk melakukan. Contoh lainnya seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jampe Ngisikan (mencuci beras)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mangga Nyimas Alene Nyimas Mulane&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Geura siram dibanyu mu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;min&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Di Talaga Kalkaosar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 36pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Abdi ngiringan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; ... &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;dst”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari beberapa jangjawokan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;tertentu, seperti pangabaran atau asihan, penyatuan bathin dan kandungan jangjawokan dilakukan melalui proses kuru cileuh kentel peujit (berpuasa atau semacam tirakat). Mungkin ini untuk menumbuhkan kesungguhan dan keteguhan hati serta keyakinan agar tujuan tersebut bisa dicapai.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;alam jangjawokan sering ditemukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;adanya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pengulangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kata-kata yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; bersifat imperatif atau persuasif, misalnya didalam jampe belajar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Bray&amp;nbsp;padang, Bray caang&amp;nbsp; Caangna salalawasna,/lawasna Saumur kula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;angka langgeng mangka tetep / mangka hurip kajayaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika dicermati kalimat ini ada semacam penegasan sepe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;rt&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;i dari istilah “Bray Padang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bray Caang”, yang kurang lebih maksudnya sama, yakni terang benderang. Atau dalam kalimat “Mangka Langgeng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mangka Tetep”, yang artinya kurang lebih agar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kekal&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dan abadi. Namun didalam yang diniatkan, penegasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; dapat dipahami sebagai yang menunjukan kesungguhan dari Pemohon agar tercapai&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; apa yang dikehendakinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sangat sulit mendifinisikan jangjawokan, kecuali dari kandungan keinginan yang termaktub didalam jangjawokan itu sendiri. Memang ada pernyataan yang meminta kepada kekuatan gaib, namun ditemukan pula adanya upaya untuk menguatkan bathin, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;negasi tentang eksistensi Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ika saja dinyatakan sebagai perintah, itupun sulit didefinisikan, mengingat ada pula jangjawokan yang isinya memohon atau menghimbau, agar yang dimohon dapat memberikannya dengan ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangjawokan adalah hasil cipta, karsa dan rasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; Sunda. Memiliki akar kesejarahan yang mandiri. Sejalan dengan perkembangan dan sejarah pemahaman tentang keyakinan dan sejarah diri, bahkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;keberadaanya pernah berperan sebagai penyembuh.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pada masa lalu, j&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;angjawokan bukan sekedar puisi yang dapat dinikmati kata-katanya, namun diyaki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;i memiliki kekuatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; spiritual&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;. Biarlah jangjawokan diampihan sebagai sastra dan puisi, agar tidak hilang dan dapat terkabarkan dikemudian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 1cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mun seug tea mah aya nu nyungsi rusiah jangjawokan, di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;paluruh nepi ka wates wangenna. Tinangtu bakal panggih jeung sajatining hirup jeung huripna. Nu gaib lain makhluk nu misah tina ingsunna. Nu ngulon, ngaler, ngetan jeung ngidul, lain nu nyeng&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;kal tina pancerna. Sakabeh&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ffe599;"&gt;aya na hate jeung rasana, aya dina uteuk jeung pikiranana. Ibarat gula jeung amisna, uyah jeung asinna, ngajirim ngajadi hiji, kalawan tinekenan bakal kabuka rusiah, saha ari urang ? timana ari urang ? jeung rek kamana ari urang ?. Sabab mun manusa geus wawuh jeung dirina tinangtu bakal wawuh ka Gusti na.(Cag)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9031596519657987657-601688766905583310?l=tuturussangrakean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/601688766905583310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/601688766905583310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/2011/04/jangjawokan.html' title='Jangjawokan'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-2511975825187138676</id><published>2011-04-11T18:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T18:51:05.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari masa lalu'/><title type='text'>Uga</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Uga dikalangan masyarakat tradisional Sunda dipahami se bagai ramalan atau petuah dari leluhur, menyangkut kondisi sosial politik dan sosok pemimpin yang diharapkan. Uga termasuk tradisi lisan masyarakat Sunda yang disampaikan secara lisan, menggu nakan bahasa siloka, atau simbol-simbol yang perlu ditafsirkan. Pencetus Uga adakalanya anonim, namun diyakini bersumber dari karuhun yang dianggap memiliki kelebihan, terutama dalam masa lah spiritualitasnya. Contoh Uga : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-right: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-right-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.55pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 15.8pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Daréngékeun&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 15.8pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Jaman bakal ganti deui.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Tap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;engké, lamun Gunung Gedé   ang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;eus   bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajaja&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;gat. Urang Sunda   disarambat; urang Sunda ngahampura.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Ha&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;dé deui sakabéhanana.   Sana&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;gara sahiji   deui.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Nusa   Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 15.8pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Tapi ratu saha&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Ti mana asal&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;na éta ratu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Engké ogé dia nyaraho.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Ayeu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;na mah, siar ku dia éta   budak angon!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Jig geura narindak! Tapi,   ulah ngalieuk ka tukang!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: none; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.6pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Dengarkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;jaman akan ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;ubah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;. T&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;api nanti, Setelah Gunung   Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Ribut lagi seluruh bumi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Orang sunda   dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Baik lagi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Negara bersatu kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Negara,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; jaya lagi, sebab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;berdiri ratu adil, ratu   adil yang sejati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Tapi ratu siapa? darimana   asal&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;nya   sang ratu?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Nanti juga kalian akan   tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Silahkan pergi, ingat   jangan me&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;noleh kebelakang!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Uga tersebut diyakini berasal dari Prabu Siliwangi. Saat ini bukan lagi merupakan rahasia, karena beredar di dunia maya dan maka banyak di perbincangkan di kalangan peminat mistis. Di sebutkan sebagai amanat dari Prabu Siliwangi sebelum ngahiyang (tilem), ditujukan kepada rakyatnya yang ikut mundur diserang musuh. Jika ditelaah lebih lanjut, terutama masalah waktu dike luarkannya, memang membuahkan pertanyaan, karena jika yang dimaksud Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga, maka Pajajaran se dang berada di puncak keemasan, sedangkan kekalahan Pajaja ran masih berselang sekitar lima raja lagi, kecuali jika raja Pajaja ran terakhir, yakni Ragamulya Suryakancana dianggap Prabu Siliwangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Uga lahir dan berkembang di masyarakat agraris tradisional. Saat ini hanya terbatas dikalangan orang-orang tua peminat masa lah mistis-spiritual, atau dijadikan acuan bagi para politikus tradisio nal sebagai sumber informasi. Dalam tradisi masyarakat jawa tradi sional dikenal juga ramalan Jayabaya, atau lajim dikenal Pralam bang Jayabaya. Selain itu ada juga Ramalan Sabda Palon Naya genggong, intinya semacam ramalan dan ajaran yang disampai kan Sabda Palon kepada Brawijaya, raja Majapahit terakhir. Uga dan Pralambang Jayabaya sangat dibutuhkan ketika&amp;nbsp; negara akan menghadapi perubahan kepemimpinan, disangkutkan dengan so sok pemimpin yang diharapkan dan ideal sesuai persepsinya, seperti masalah ratu adil, satria piningit (calon pemimpin) maupun kondisi sosial politiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Contoh Uga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uga diungkapkan dalam bentuk siloka atau simbol-simbol, dan menekankan pada unsur waktu peristiwa yang akan terjadi, seperti dalam istilah : Geus nepi kana ugana (sudah sampai pada uganya, atau sudah tiba waktunya sesuai yang diramalkan uga). Kata-kata tersebut menekankan tentang &lt;i&gt;waktu&lt;/i&gt; ramalan itu akan terbukti. Seperti contoh dari Uga Prabu Siliwangi,: &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;engké, la&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mun Gunung Gedé ang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;eus bitu, disusul ku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tujuh gunung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; (t&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;api nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;), menunjukan waktu ramalan uga akan tiba jika Gunung Gede meletus dan tujuh gunung lainnya, namun waktu meletusnya be lum pasti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Di tatar pasundan lebih dari empat Uga yang diyakini kebera daannya, seperti :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uga Kawasen, mengungkapkan, : ari nu bakal jadi ratu, baju butut babadong batok, anu jolna ti Gunung Surandil, bandera na karakas Cau (yang bakal menjadi ratu/raja atau pemimin negara, berbaju rombeng, menggunakan topi tempurung, yang datang dari Gunung Su-randil [mungkin gunung serandil ?] berbendera daun pisang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uga Galunggung menyebutkan, : Sunda nanjung lamun pulung turun ti Galunggung (Orang Sun da akan jaya jika pulung turun dari Galunggung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uga Bandung menyebutkan : Sunda nanjung, lamun nu pun dung ti Bandung ka Cikapundung geus balik deui (orang Sun da akan jaya, jika yang merajuk dari Bandung ke Cikapundung kembali lagi).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Uga Prabu Siliwinangi, mengungkapkan : &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Daréngékeun&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;! Ja&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;man bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé ang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;geus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ada juga yang disebut Uga Priangan, isinya menyangkut ten tang ramalan akan adanya perubakan kondisi politik, dilengka pi dengan tanda-tandanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Menafsirkan Uga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Uga bisa ditafsirkan secara verbal dan kontekstual. Penaf siran verbal menitik beratkan kepada soal bahasa, pembendaha raan kata, tata bahasa, dan terjemahan yang tepat, sedangkan penafsiran konstekstual merupakan upaya untuk memahami arti ungkapan dengan melihat situasi di mana dan kapan ramalan ini ada, tentunya melalui cara memahami data histori di mana dan ada kondisi yang bagaimana ketika uga itu di buat (Nina&amp;nbsp; H. Lubis : 2006).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Contoh dalam menafsirkan bagian akhir Uga Wangsit (wa-siat) Prabu Siliwangi, seperti pada kalimat, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 317.25pt;" valign="top" width="423"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;jaman akan ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;ubah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;. T&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;api&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;nanti, Setelah Gunung   Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Ribut lagi se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;luruh bumi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Orang sunda   dipanggil-panggil, orang sun&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;da memaafkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Baik lagi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Negara bersatu kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Negara,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; jaya lagi, sebab berdiri   ratu adil, ratu adil yang sejati.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Tapi ratu siapa? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;ari&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;mana asalnya sang ratu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Nanti juga kalian akan   tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala. Silahkan pergi, ingat jangan   me&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;noleh   kebelakang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dari kalimat &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;jaman akan ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ubah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. T&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;api nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Ribut lagi selu ruh bumi, mengandung siloka dan ramalan, bahwa : akan ada perubahan kondisi atau keadaan. Sedangkan Gunung Gede mele tus. Ribut lagi seluruh bumi, dapat ditafsirkan akan muncul suasa na yang mencemaskan, membuat masyarakat panik, bisa karena peristiwa alam, seperti bencana alam atau munculnya huru hara yang ditimbulkan oleh manusia, atau akibat dari kebijakan pengua sa yang menimbulkan ketidak senangan rakyat dan memicu keru suhan sosial. Dalam paradigma masyarakat Jawa tradisional dise but goro-goro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Kesejarahan dari kondisi sebagaimana yang diramalkan di atas bukan hanya koridor dunia mistis-spiritual, melainkan suatu hal yang realistis jika menggunakan teori dialektikanya Hegel, di mana thesa (kondisi yang telah mapan) akan selalu berhadapan dengan antithesa (kondisi yang menginginkan perubahan) untuk kemudian melahirkan sintesa (kondisi baru). Dalam hal ini. Perlu ada kemampuan dan pengetahuan untuk mengetahui siloka-siloka yang terkandung di dalam kata-kata uga tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kalimat selanjutnya :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Baik lagi semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Negara bersatu kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;” dapat ditafsirkan, bahwa sehubungan dengan peristiwa diatas (adanya kepanikan, sebagaimana disilokakan dalam kalimat gu nung gede meletus), maka orang Sunda akan dimintakan pertolo ngan (orang sunda dipanggil-panggil), baik untuk bersatu bersa ma-sama komponen warga bangsa lainnya, maupun karena ke mampuannya menyelesaikan persoalan tersebut. Ketika orang Sunda memiliki kemauan untuk bersatu atau tampil sebagai penye lesai persoalan maka di tafsirkan sebagai sudah “memaafkan”, ka rena mungkin orang Sunda pernah disakiti atau kecewa. Jika hal ini terjadi “maka semua baik lagi dan negara bersatu kembali”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Siloka dari ramalan ini tidak serta merta berjalan dengan sen dirinya, melainkan masih diperlukan unsur kemampuan dan ke mauan dari orang Sunda dalam menyelesaikan persoalan, seperti dari kalimat “Orang Sunda memaafkan” menunjukan pada sifatnya yang harus ada kemauan dari orang Sunda untuk memaafkan, se hingga menimbulkan empatinya untuk menyelesaikan kekacauan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Siloka dari : “&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”, mengandung makna : negara jaya kembali, sebab akan ada (lahir) ratu adil yang amanah, mengerti kemauan rakyat, pemimpin sejati, sesuai dengan keinginan masyarakat. Timbulnya ratu adil adalah hasil akhir dari tuntutan rakyat (sintesa). Tuntutan (antitesa) dimaksud berbentuk kerusuhan, unjuk rasa, huru hara yang mencemaskan masyarakat (siloka : Gunung Gede meletus).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kemudian siloka dari kalimat : “&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tapi ratu siapa? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ari&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;mana asalnya sang ratu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala. Silahkan pergi, ingat jangan meno&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;leh kebelakang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”, mengandung makna, bahwa ratu adil yang di maksud masih dirahasiakan. Disinilah kemudian banyak ditafsir-kan sebagai Satria Piningit seorang calon pemimpin atau Ratu Adil yang benar-benar telah ditempa sehingga mumpuni untuk menjadi pemimpin yang sejati, keberadaannya akan diketahui kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Selanjutnya dari siloka :”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala. Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”, me-ngandung siloka : adanya kewajiban warga sunda untuk mencari pemuda yang mengasuh atau mengayomi masyarakat. Mungkin menunjukan agar tepat memilih pemimpina. Si pemuda tersebut bukan berarti otomatis menjadi ratu adil, melainkan sebagai sara na yang akan menunjukan atau yang akan mengarahkan pene muan ratu adil. Sedangkan perintah dengan kalimat :”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;ingat jangan menoleh kebelakang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;”, mengandung siloka, agar tidak melihat ke masa lalu, karena mungkin dimasa lalu ada peristiwa yang menya kitkan, jika diingat-ingat akan menimbulkan dendam atau ketidak nyamanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Suatu data yang khas dari Uga ini adalah digambarkannya situasi sosial yang semrawut. Para pemimpin dan kepemimpinan silih berganti. Digambarkan ada keserakahan dari yang berkuasa. Timbulnya kondisi-kondisi yang menyengsarakan dan menakutkan orang Sunda, sehingga diakhir Uga dipesankan tentang akan adanya perubahan. Inilah suatu keniscayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Sebagaimana penulis uraikan diatas, ramalan Uga seperti diatas bukan hanya dapat ditafsirkan melalui kerangka berpikir mistis-spiritual, melainkan dapat juga dutafsirkan berdasarkan koridol yang rii dan rational sesuai dengan keyakinan pemikiran masyarakat modern, bahkan dapat dibuat dan dirumuskan dalam bentuk rencana strategi, dengan menggunakan teori dialektikanya Hegel. Kondisi yang diramalkan dan di silokakan Uga diatas ada lah suatu keniscayaan. Hanya saja, siapa yang berperan aktif di dalam perubahan sosial tersebut. Jika menginginkan tampil seba gai pemimpin, maka perubahan itulah yang dapat menjadi kawah Candra Dimuka bagi sang Satria Piningit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Contoh lainnya dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Uga Galunggung, menyebutkan, : Sunda nanjung lamun pulung turun ti Galunggung (Orang Sunda akan jaya jika pulung turun dari Galunggung). Uga ini menurut hemat penulis mengandung siloka tentang pulung dari Galunggung. Istilah pulung didalan pemahaman orang Sunda sama dengan pungut. Namun nampaknya, sang ideolog atau pencipta uga ini ti dak bertujuan demikian, melainkan memahami istilah pulung seperti yang ada didalam paradigma masyarakat Jawa. Istilah puluh akan didengar ketika menghadapi pemilihan Presiden, atau pemimpin. Puluh dipersepsikan sebagai cahaya putih yang akan menuju kerumah atau kepada calon pemimpin tersebut. Bisa jadi istilah pulung yang dimaksud dalam Uga Galunggung sama deng an yang dimaksud masyarakat Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Istilah Galunggung tentunya tidak asing lagi bagi masyakat Tasikmalaya. Dalam kesejarahannya merupakan bagian atau pu sat dari pemerintahan kerajaan yang bersifat Kabataraan, banyak peninggalan-peninggalan tentang ajaran kebajikan, serta menjadi Kabuyutan Sunda, dikenal sebagai pusat keagamaan. Kerajaan Galungung dimasa lalu berfungsi sebagai negara yang ngabiseka Galuh. Artinya raja-raja Galuh akan syah menjadi raja jika direstui kerajaan Galunggung. Banyak hal yang bisa dibuka dari Siloka Uga Galunggung, baik yang terkait dengan masalah fisik kenega raan, seperti tentang kewajiban mempertahankan Kabuyutan atau mempertahankan negrinya dari penguasaan asing, serta kewaji ban untuk mentaati Purbatisti-purbajati, atau nlai-nilai Kasundaan. Siloka dari Uga Galunggung dapat ditafsir kan : (1) Jika Ki Sunda mengetahui jatidirinya maka akan menemu kan kejayaannya ; (2) Jika Ki Sunda memiliki kebersihan hati dan selalu menjalan keten tuan yang telah digariskan Tuhan maka akan menemukan kejaya annya ; (3) Jika Ki Sunda di ridhoi Tuhan dalam kehidupannya, ma ka akan menemukan kejayaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Uga Bandung menyebutkan : Sunda nanjung, lamun nu pun dung ti Bandung ka Cikapundung geus balik deui (orang Sunda akan jaya, jika yang merajuk dari Bandung ke Cikapundung kem bali lagi). Uga ini menyiratkan adanya pihak yang merasa sakit hati sehingga meninggalkan Bandung dan menuju Cikapundung. Padahal Sungai Cikapundung berada di kota Bandung. Siloka ini menyiratkan, bahwa Orang Sunda akan jaya kembali jika orang yang sakit hati dan meninggalkan Bandung (kotanya) kem bali lagi dan mengelola negerinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;Siloka dari Uga Bandung dapat pula ditafsirkan, bahwa ada pihak yang frustasi atau merajuk (pundung) akibat sesuatu, sehingga lantas menghanyutkan diri dalam kondisi yang ada, se-hingga tidak perduli terhadap negerinya. Pihak yang hanyut itu harus di ingatkan dan diobati sakit hatinya, agar dapat bersama-sama mengolah dan memakmuran negeri. Dalam arti sempit da pat ditafsirkan, bahwa orang Bandung sudah tersingkirkan dari kotanya dan hanyut dalam kesemrawutan. Jika Kota Bandung ingin maju pesat, maka harus diurus oleh orang Bandung sendiri. &amp;nbsp;Demikian. Hatur punten bilih aya kalepatan. Tabe Pun !!! (***).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9031596519657987657-2511975825187138676?l=tuturussangrakean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/2511975825187138676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9031596519657987657/posts/default/2511975825187138676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tuturussangrakean.blogspot.com/2011/04/uga.html' title='Uga'/><author><name>Agus Setia Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376061796087587324</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-jsyPHwmE0wg/TivGgANJAhI/AAAAAAAABAE/b-v-D5QQABU/s220/DSC_3209.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9031596519657987657.post-8038157556628190973</id><published>2011-04-11T09:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T01:03:32.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kronik sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Seni Pantun</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pantun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sunda &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;saat ini sudah hampir musnah tergeser oleh kesenian pop, namun pengaruh kesenian pop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; itu sendiri sangat sulit mempengaruhi cerita-cerita Pantun, kecuali perubahan instru-men, seperti masuknya tarawangsa atau rebab, berubahnya alat musik kecapi, yang semula bedawai tujuh (kacapi Baduy) namun &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sejalan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;de&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ngan tumbuhnya seni Cianjuran, kacapi tersebut diganti dengan kacapi gelung, dan akhirnya menggunakan kacapi siter. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;aras yang digunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;untuk mengiringi &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kacapi tersebut adalah pe&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;log, selanjutnya banyak menggunakan laras salendro.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;i masa lalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pantun diapresiasi &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;bukan hanya sekedar seni, melain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;makna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dari kisah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang dituturkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; tukang mantun (petutur pantun). &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pantun Sunda sama halnya de&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ngan teater tutur di wilayah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lainnya,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;seperti&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kentrung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Timur,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; jemb&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Banyumas,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;warahan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lampung,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ding&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dong&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di Ga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yo, sinrili&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;di Sulawesi Selatan,&amp;nbsp;bakaba&amp;nbsp;di Minangkabau.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pertunjukan pantun dilakukan pada malam hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jakob Sumardjo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;diistilah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;di luar waktu manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;waktu suci&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, terutama &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ditujukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;un&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;acara ngaruwat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; (ruatan), biasanya dimulai te ngah malam sampai hampir terbitnya matahari. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Seni Pantun disa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;jikan masyarakat Sunda dalam dua bentuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, yakni &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;untuk hiburan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;acara ritual ngaruat (ruatan). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Cerita untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;hiburan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; biasanya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; mengambil dari salah satu cerita pantun yang dikuasai juru pan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tun, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;edangkan untuk acara ritual &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;(ngaruat), &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;halnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang biasa dilakukan dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pertunjukan wayang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ngaruat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ngaruat asal kata dari ruat. Menurut kamus bahasa Sunda (Danadibrata : 2006), berarti menyelamatkan barang baru atau ma nusia agar bermanfaat, panjang umur, singkatnya agar selamat du nia dan ahirat. (Kecap pagawean kariaan nyalametkeun barang anyar atawa Jelema supaya awet kapakena, genah dipibanda, panjang umurna, pendekna supaya salamet dunia aherat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kisah yang biasanya digunakan untuk acara ngaruat adalah cerita&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Batara Kala, Kama Salah atau Murwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ala.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Biasanya yang di ruat adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;anak tunggal,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nanggung bugang (anak yang adik dan kakaknya meninggal), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;kulah dihapit kupancuran (anak pe rempuan yang adik dan kakaknya laki -laki),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pancuran di hapit ku kulah (anak laki-laki yang kakak dan adiknya pe rempuan),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pandawa lima (anak laki-laki lima orang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;rumah sujen (tanah yang sekelilingnya rata namun tengahnya menjorok)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;7.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;lmah gunting (tanah yang bentuknya seperti gunting).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber Kisah Batara kala berasa dari lisan dan tulisan. Sum ber dari berita lisan berasal dari cerita Pantun, Wayang dan Beluk, sedangkan tulisan sumber tertulis dari naskah Sunda Kuna, yang beraksara Budha atau aksara Gunung, diperkarakan seumur dengan naskah Kidung Subrata. Naskah ini pemberian dari Friedirich, pemerihati kebudayaan Jawa dan Bali. Secara bertahap diserahkan pada bulan Mei sampai dengan April 1869. Saat ini disimpan di perpustakaan pusat, bernomor lontar 506 atau naskah Kala Purbaka. Naskah tersebut antara lain menyebutkan nama lain dari Batara Kala, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mari haran siya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sang bangbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sang kama salah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sang keteriti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sang Buta Tuwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 12.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sedangkan tempat tinggal Batara kala disebutkan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.55pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Cicing hanaking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ditu kwata manuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lemah/pedek   hingseup-ingseup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Garanggangan-garunggungan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lenging landak   panggung ning warak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kayu geutah,   kayu getih,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Oyod   kumedang-kumedung,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rangdu kepuh   karameyan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Catang nonggang   catang nonggeng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.6pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tinggalah   anakku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Disanalah kota   manuk,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tanah padat dan   pengap,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tanah yang   berbukit-bukit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sarang landak   dan kubangan badak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kayu bergetah   kayu berdarah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Akar menjalar   kemana-mana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pohon randu yang   rimbun,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Batang pohon   berserakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber Kisah Pantun yang sama dengan naskah Sunda Kuna dimungkinkan masih banyak, seperti tentang Ciung Wanara (manarah), nampak dari carita Waruga Guru. Adapun cuplikan dari naskah tersebut, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Isuk-isuk los diteyang, ngagebur kandaga kancana nyorang ka saapan. Tuluy di bawa ku ninina. Ari dibuka, behna murangkalih, endog disileung leumkeun, keris. Tuluy diteundeunkeun murangkalih. Tuluy dirorok, dipang&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ninggurkeun. Lawas-lawas datang ka tegus cangcut. Mangka dibawa moyan ku na kai ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bwat ciung. “Ayah, nahaeun eta?” “Ngaranna ciung, anaking.” Bot indung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;na, bwat bapana, bwat anakna. Pur hiber bapana. “Ayah, ka mana eta arahna?” “Piaraheunnana ka daleum dayeuh.” “Ah, ngaran aing Ciung Manarah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Memang originalitas kisah pantun adakalanya bergeser dari awalnya, dikarenakan adanya kelemahan dari tradisi lisan, serta terlalu bebasnya para prepantun mengisahkan ceritanya, sehing ga kisah yang dituangkan dan diingat masyarakat dan penerusnya menjadi ikut bergeser. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kesenian Pantun Sunda yang bercirikan budaya Sunda deng&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;an berbagai aspeknya, terutama aspek kepercayaan Sunda Kuna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Hal ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;memberi dampak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;terhadap &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;nilai kedudukan seni Pantun di masyarakat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sehingga&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; berbeda dengan kesenian-kesenian lain. Se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ni Pantun bagi masyarakat Sunda merupakan medium untuk mera&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sakan masa keemasan sejarah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;dan kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;masa lampau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; penduduk tatar Sunda&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;antun merupakan seni yang sudah cukup tua usianya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pan tun dituliskan d&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;idalam naskah Siksa Kandang Karesyan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;diperkira kan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ditulis pada tahun 1518 Masehi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, bahkan keberadaan pantun sudah ada sejak tahun 1400-an&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Naskah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;Siksa Kandang Karesyan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; mencantumkan pantun dalam masalah ketepatan kepada siapa ha rus bertanya. Jika ingin mengetahui cerita Pantun maka perlu ber tanya kepada jurupantun. Naskah tersebut, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: 1.5pt double windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-right: double windowtext 1.5pt; border: none; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.55pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #4c1130;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Hayang nyaho di pantun ma&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;: Langga&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;larang,   Banyakcatra, Siliwangi, Hatur&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;wangi&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;; prepantun   tanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: none; mso-border-left-alt: double windowtext 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 182.6pt;" valign="top" width="243"&gt;&lt;div class="western" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 2.15pt; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #4c1130;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif;"&gt;Bila ingin tahu tentang pantun,   seperti: Langgalarang, Banyakcatra, Siliwangi, Haturwangi; tanyalah juru   pantun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Cerita yang dikisahkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ceritanya pantun berkisar tentang Anggalarang, Banyakca&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tra, Siliwangi, Haturwangi dan lain-lain yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;banyak &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;disajikan oleh prepantun (tukang pantun).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Sering pula membahas masalah yang terkait dengan Uga atau totonden mangsa, seperti pantun &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;yang di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tuturkan oleh Ki Buyut Rambeng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bogor.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Kisah yang terkenal adalah Dadap Malang Sisi Cimandiri. Biasanya dijelaskan tentang alasan runtuhnya kerajaan Pajajaran, serta meramalkan tanda-tan da akan lahirnya Pajajaran baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pantun Bogor dibagi menjadi dua bagian yakni Pantun Bogor Leutik dan Pantun Bogor Gede. Pantun Bogor Leutik berkisah seki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tar kehidupan sehari-hari masyarakat Kerajaan Pajajaran atau ten&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tang para putri raja dan kesatria. Sedangkan Pantun Gede berki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sah tentang ajaran agama Sunda, silsilah Raja Sunda, Uga, dan pola pemerintahan Kerajaan Sunda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;alam perkembangannya, cerita pantun yang di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;anggap bernilai tinggi itu terus bertambah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sampai saat ini diperkirakan tidak kurang dari 75 judul kisah pantun. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Masyarakat Kanekes yang hidup dalam budaya Sunda Kuna sangat akrab dengan seni Pan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;tun. Seni ini melekat sebagai bagian dari ritual mereka. Adapun lakon-lakon suci Pantun Kanekes yang di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;sajikan secara ritual se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;perti Langgasari Kol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;ot&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;, Langgasari Ngora dan Lutung Kasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;rung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; Pantun Bogor biasanya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;berjudul Kalang Sunda Makalangan, Paku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;jajar Beukah Kembang, Pakujajar di Lawanggintung, Kujang di Hanjuang Siang, Dadap Mala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;n Sisi &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Cimandiri, Pajajaran Seren Pa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;pak, Curug Sipadaweruh, Tunggul Kawung Bijil Sirung, Lawang Saketeng ka Lebak Cawene, dan Ronggeng Tujuh Kalasima.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Judul dan cerita Pantun, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 19.6pt;" valign="top" width="26"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 118.3pt;" valign="top" width="158"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ciung Wanara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Lutung Kasarung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mundinglaya di   Kusumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Aria Munding   Jamparing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Banyakcatra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Badak Sangorah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Badak Singa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Bima Manggala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Bima Wayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Budak Manjor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Budug Basu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sri Sadana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sulanjana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Bujang   Pangalasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Burung Baok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Buyut Orenyeng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Dalima Wayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Demung Kalagan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Deugdeug Pati   Jaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Gajah Lumantung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Gantangan Wangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Hatur Wangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Raden Tanjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Senjaya Guru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 108.35pt;" valign="top" width="144"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Jaka Susuruh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Jalu Mantang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Jaya Mangkurat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kembang   Panyarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kidang Panandri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kidang Pananjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kuda Gandar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kuda Lalean&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kuda Malela&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kuda Wangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Langla Larang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.7pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #fff2cc; font-family: 'Arial Narrow', sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Langga Sari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt
